Kompas.com - 29/03/2014, 20:37 WIB
Penulis Nina Susilo
|
EditorAna Shofiana Syatiri

AUCKLAND, KOMPAS.com
- Batik menjadi salah satu yang membuat pengunjung Indonesia Auckland Festival, Sabtu (29/3) tertarik. Tak hanya mengamati motif, pakaian, dan kerajinan berbahan kain batik, pengunjung dapat mencoba menggambar kain menggunakan canting dan malam.

Mark, mahasiswa pascasarjana University of Auckland yang berasal dari China, mengatakan, membatik itu menyenangkan, tetapi sulit. Sebab, lilin dengan cepat meleleh ke mana-mana.

Dalam workshop membatik ini, pengunjung bisa sekaligus mewarnai hasil karyanya. Adapun untuk proses lorot --merebus kain untuk menghilangkan malam yang masih menempel pada kain yang sudah diwarna-- bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Festival sehari ini dimeriahkan pula dengan ensembel angklung, tari Saman, tari Merak, dan tari Kebyar yang ditampilkan belasan mahasiswa dan anak-anak Indonesia di Auckland. Pengunjung juga dapat menikmati hidangan khas Indonesia seperti nasi padang, nasi kuning, botok, siomay, batagor, sate, serta penganan seperti kue putu ayu dan kue lapis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.