Kompas.com - 30/03/2014, 19:11 WIB
Pebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 melintasi kelokan 30 di kawasan obyek wisata Danau Mainjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013).  WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 melintasi kelokan 30 di kawasan obyek wisata Danau Mainjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
PADANG, KOMPAS.com - Selama dihelat sejak 2009, ajang balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) diklaim telah berhasil membawa banyak keuntungan untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Keuntungan tersebut antara lain perbaikan infrastruktur, peningkatan jumlah wisatawan, dan promosi produk-produk lokal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar optimis, pelaksanaan TdS tahun ini kembali dapat memberikan banyak keuntungan bagi ranah Minangkabau itu.

"Perbaikan infrastruktur akan dilakukan terhadap lintasan yang akan dilalui para peserta, dan ini investasi jangka panjang untuk mempermudah arus perpindahan orang dan barang dari dan menuju Sumatera Barat," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, di Padang, Minggu (30/3/2014).

Sementara untuk peningkatan jumlah wisatawan, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Burhasman Bur menjelaskan sebanyak 48.199 turis mancanegara datang pada 2013. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 36.953 wisatawan.

Indikator peningkatan jumlah wisatawan, kata Burhasman, dapat dilihat dari penambahan jumlah wisatawan, dan pertumbuhan jumlah hunian hotel. "Data Bank Indonesia cabang Sumatera Barat menyatakan bahwa sektor pariwisata di provinsi ini memang meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir," ucapnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Patung pekerja tambang batu bara di Lubang Mbah Suro di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyatakan, ajang TdS selalu disertai dengan kegiatan pameran di setiap kota yang disinggahi. Kegiatan pameran tersebut, kata Sapta, mampu menarik perhatian para wisatawan yang awalnya hanya sekadar datang untuk menonton lomba.

"Kalau tidak ada Tour de Singkarak, orang tidak akan tahu kalau Kabupaten Padang Pariaman punya cokelat," ujar Sapta.

Ajang TdS 2014 sendiri akan digelar pada 7-15 Juni, dimulai dari Padang Pariaman, dan diakhiri di Kota Padang. Dalam penyelenggaraan tahun ini, akan ada sembilan rute yang akan ditempuh oleh para peserta. Rute tersebut akan melalui 18 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, dengan jarak tempuh sekitar 1.250 kilometer.

Adapun jumlah peserta mencapai sekitar 160 pebalap yang berasal dari 20 tim. TdS merupakan ajang balap sepeda yang  telah digelar sejak 2009. Saat ini, TdS telah masuk dalam kelas 2.2 dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X