Kompas.com - 03/04/2014, 13:08 WIB
Piring berisikan irisan jeruk purut peninggalan peziarah diletakkan di tepi Danau Toba yang berada di depan areal Tugu Makam Raja Silahisabungan. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPiring berisikan irisan jeruk purut peninggalan peziarah diletakkan di tepi Danau Toba yang berada di depan areal Tugu Makam Raja Silahisabungan.
EditorI Made Asdhiana

Selain tugu makam Raja Silahisabungan, kami mengunjungi situs mejan di Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat. Dari ibu kota kabupaten, Salak, lokasi tempat ziarah itu dapat ditempuh selama 20 menit perjalanan bermobil melalui jalan yang berkelak-kelok.

Mejan merupakan batu yang dipahat dan diukir menjadi berbagai macam bentuk, mulai dari manusia hingga binatang. Dari buku yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat, tak ada informasi perkiraan usia mejan yang banyak ditemukan di kawasan tersebut. Sejauh ini ada 22 lokasi mejan di Pakpak Bharat, yang sebagian dalam keadaan rusak dan hilang dicuri pemburu artefak.

Mejan dimiliki oleh suku Pakpak, salah satu suku dalam rumpun masyarakat Batak. Mejan juga diyakini memiliki kekuatan magis supranatural. Beberapa versi cerita yang beredar juga menyebut mejan Pakpak diperkirakan berasal dari abad keempat hingga ketujuh Masehi.

Sebelum mengunjungi situs mejan, anggota staf bagian promosi Dekranasda Pakpak Bharat, Verikthen Alfredi Nahampun (38), mengajak kami menemui juru kunci mejan Berutu Ulu Merah, yakni Kafi Berutu (72) dan Suardana Berutu (42). Kafi menjelaskan, mejan dipercayai warga Pakpak sebagai penjaga kampung dari pemberi peringatan akan datangnya mara bahaya seperti bencana alam. ”Jika akan ada kejadian janggal, dari mejan itu keluar bunyi gemuruh, orang-orang kampung akan mendengarnya,” kata Kafi.

Ritual berziarah ke mejan merupakan bagian dari kepercayaan asli masyarakat Batak yang masih tersisa, sebelum masuknya agama modern. Dalam buku Seni Budaya Batak yang ditulis Jamaludin S Hasibuan (1985), pada dasarnya kebudayaan Batak adalah hasil pembauran kebudayaan pra-Hindu lama atau megalitik (batu besar) dan pengaruh India, yaitu agama Buddha dan Hindu pada abad kelima Masehi.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Salah satu makam di situs mejan di Desa Ulu Merah.
Setiap orang yang hendak berziarah mengunjungi mejan disarankan membawa sirih. Suardana lalu memberi kami tiga lembar sirih sebelum mendatangi mejan. Tak ada penanda jalan apa pun yang menunjukkan lokasi mejan. Kami mendaki bukit kecil di suatu tepi jalan berkelak-kelok, lalu melintasi belukar yang cukup lebat.

Setelah berjalan sekitar 50 meter, tampak bangunan kayu sederhana yang menampung kumpulan mejan. Ada patung batu yang berbentuk gajah yang ditumpangi orang dengan bagian kepala yang telah hilang, patung kuda yang ditumpangi orang, serta patung yang menyerupai kadal dan cicak. Bentuk menyerupai kadal atau cicak ini juga kerap kita jumpai pada rumah tradisional Batak. Cicak atau kadal merupakan perlambang kemakmuran, kesuburan tanah, dan dunia bawah yang dihuni makhluk gaib.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Verikthen kemudian meletakkan tiga lembar sirih di atas salah satu patung batu. ”Kita harus berhati bersih datang ke sini, tak bermaksud buruk,” kata Verikthen.

Artefak bersejarah seperti mejan memang sepatutnya hanya boleh ditemui mereka yang berhati bersih. Jika tak begitu, peninggalan berharga itu akan mudah lenyap dijarah pemburu dollar di balai lelang. (Sarie Febriane)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Travel Update
2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.