Kompas.com - 07/04/2014, 10:39 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Obyek wisata Kintamani yang memiliki pemandangan alam tidak ada duanya di dunia ini menerima kunjungan terbanyak kelima dari obyek wisata yang paling terkenal di Bali, yakni setelah Tanah Lot, Uluwatu, Ulundanu Beratan dan Tirta Empul.

Sesuai catatan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke obyek wisata Penelokan Kintamani sebanhak 458.184 orang terdiri atas 279.154 orang asing dalam sisanya 179.030 tamu dalam negeri.

Geopark dunia

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (UNESCO) secara resmi sejak 2 November 2012 mengakui Gunung Batur itu sebagai Geopark dunia karena memiliki keunikan dan kekhasan sebagai warisan dunia bidang geowisata dunia.

Bahkan UNESCO sudah memasukkan dan mengakui Gunung Batur sebagai Geopark dunia. Sehingga Gunung Batur merupakan salah satu kawasan geologi unik dan memiliki kekhasan yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh lembaga dunia itu.

Dengan pengakuan itu, Gunung Batur menjadi taman bumi berkelas dunia dan memiliki geologi bertaraf internasional. Penetapan Gunung Batur tersebut melalui penilaian dan riset yang dilakukan oleh UNESCO. Salah satu syaratnya adalah harus memiliki fenomena kelas dunia, punya keunggulan dengan tempat lain dan yang jelas ada integrasi dari unsur hayatinya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, sejumlah danau yang menjadi tempat penampungan air bersih dan irigasi di Pulau Dewata perlu ada usaha pengerukan agar tidak terjadi pendangkalan dan luapan air pada saat musim hujan.

Luapan air Danau Batur misalnya yang terjadi pada musim hujan sempat merendam daerah pemukiman penduduk dalam lahan pertanian di sekitarnya sehingga perlu segera dilakukan pengerukan, sebagai akibat terjadi pendangkalan sejak lama.

Oleh sebab itu pengerukan sejumlah danau, selain Danau Batur juga Danau Tamblingan di Buleleng serta Danau Beratan dan Danau Buyan di Kabupaten Tabanan. Keempat danau di Bali itu menjadi penampungan dan penyuplai air untuk daerah Bali, baik untuk air minum maupun untuk pengairan irigasi pertanian.

Sumber-sumber air bersih atau mata air yang ada semakin berkurang, akibat adanya penebangan kayu di daerah hulu, maupun di hutan-hutan yang ada. Sehingga banyak sungai kondisinya mengering dan cukup mengkhawatirkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.