Kompas.com - 10/04/2014, 14:03 WIB
Pengunjung menikmati pemandangan Pantai Batu Lamampu di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (7/4/2014). Pantai ini belum dijadikan obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah karena terkendala kepemilikan lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat. KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYAPengunjung menikmati pemandangan Pantai Batu Lamampu di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (7/4/2014). Pantai ini belum dijadikan obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah karena terkendala kepemilikan lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat.
EditorI Made Asdhiana
NUNUKAN, KOMPAS — Salah satu potensi pariwisata di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yaitu Pantai Batu Lamampu, masih sulit dikembangkan. Alasannya, pantai di pulau yang berbatasan darat dengan Malaysia itu hingga kini belum dikelola pemerintah daerah. Kawasan tersebut masih diklaim sebagai tanah milik warga.

”Itulah kendalanya. Sampai sekarang, proses dialog dengan masyarakat belum mencapai titik temu. Namun, ke depan, Pantai Batu Lamampu akan menjadi lebih ideal jika kawasan tersebut dikelola pemerintah sehingga ada pemasukan dana untuk biaya pengelolaannya,” kata Robby Nahak Serang, Kepala Dinas Pariwisata Nunukan, Selasa (8/4/2014).

Sejauh ini, Pantai Batu Lamampu yang hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat keramaian di Pulau Sebatik memiliki pantai berpasir putih dan tumpukan batu karang yang indah. Pemandangannya sebenarnya juga cukup indah. Namun, aneka sampah plastik bertebaran di kawasan pantai.

Pulau Sebatik yang luasnya hampir 250 kilometer persegi dan dihuni sekitar 35.000 penduduk sebenarnya memiliki dua obyek wisata air terjun, yaitu Mantikas dan Lapio. Namun, kedua lokasi wisata tersebut sulit diakses kendaraan. Pengunjung hanya bisa menempuhnya dengan berjalan kaki 2-3 jam. ”Sebab itu, pemerintah daerah sulit untuk mengangkat Mantikas dan Lapio sebagai tujuan wisata,” tambah Robby.

Gabriella (32), warga Balikpapan, Kalimantan Timur, yang mengunjungi pantai itu, mengatakan, Batu Lamampu belum dikelola pemerintah setempat sesehingga kotor dan tak terawat. ”Kalau digarap secara benar, tentu akan bagus. Sebab, pantai ini satu-satunya obyek wisata di Pulau Sebatik. Apalagi, pantai ini juga bisa diakses kendaraan,” ujar dia.

Meskipun hanya berjarak 1,2 kilometer dari jalan utama Sebatik, jalan sepanjang 500 meter menuju pantai rusak. Selain aspal di tepi jalannya ambles, tanahnya juga bergelombang. Pengendara motor yang melintas harus ekstra hati-hati, terlebih jika hujan.

Camat Sebatik Muh Sufyang menambahkan, Pantai Batu Lamampu dikenal warga sejak puluhan tahun. Pantai itu selalu ramai pada akhir pekan. ”Banyak warga Malaysia yang ke pantai untuk berwisata. Jadi, sangat bagus jika Batu Lamampu segera dikelola pemerintah,” kata dia.

Warga merasa berhak

Namun, diakui, tak mudah membahas Batu Lamampu dengan warga yang memegang girik lahan di pantai tersebut. ”Daerah pesisir memang milik negara. Namun, sebagian warga yang memegang girik juga merasa berhak atas lahan pesisir tersebut,” ujar Sufyang.

Warga Nunukan di luar Pulau Sebatik yang akan berwisata ke Batu Lamampu biasanya menyeberang dengan perahu motor cepat dari Nunukan ke dermaga Mantikas, Sebatik Barat. Batu Lamampu juga menjadi alternatif wisata setelah Pantai Eching di Nunukan Selatan. (PRA)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.