Kompas.com - 13/04/2014, 09:08 WIB
EditorI Made Asdhiana
SECANGKIR kopi dan seporsi tempe mendoan, berisi tiga tempe, cukuplah untuk tiga jam ”nongkrong” di Kafe Legend Coffee yang berlokasi di Kotabaru, Yogyakarta. Secangkir kopi hitam tubruk seharga Rp 6.000 dan seporsi mendoan seharga tak lebih dari Rp 10.000. Itu pas dengan kantong mahasiswa.

Kafe yang belum genap dua tahun beroperasi ini secara mengejutkan mampu menarik ratusan pengunjung saban harinya. Mengejutkan, karena kafe yang letaknya berseberangan dengan Stadion Kridosono ini sebelumnya pernah digunakan untuk berbagai usaha, termasuk kafe, tetapi sepi. Tangan dingin Ferry Fachriansyah (30) yang lalu menghidupkan lokasi itu. Sebanyak 600 orang ke kafenya pada hari kerja dan 1.000-an orang datang pada hari libur, atau sehari sebelum hari libur.

Ferry pula yang membuat kafe Semesta, juga di Kotabaru, yang ia bangun bersama temannya jadi ramai sejak dibuka tahun 2010. Ferry keluar dari Semesta setahun kemudian dan merintis lagi kafe baru, Legend, yang buka 24 jam. Kini, kawasan Kotabaru yang empat tahun lalu masih sepi dan gelap, berubah jadi terang dan riuh.

Kuncinya satu. Ferry mewadahi dan membangun komunitas di kafenya. Ia masih ingat saat pertama kali membuka Legend. Ia menghentikan sekelompok anggota komunitas sepeda pixie yang lewat di depan kafenya. ”Saya cegat, lalu saya ajak masuk kafe saya. Saya traktir semua,” katanya.

Sejak itu, komunitas sepeda pixie sering datang untuk nongkrong. ”Katanya, kan, ibarat bunga sakura, kelihatan rame dulu. Nah, itu buat penarik orang untuk datang,” kata Ferry. Ia lalu meluaskan usaha dengan membuka Legend Premium pada 2013, yang ternyata juga langsung ramai.

KOMPAS/SUSI IVVATY Kafe NewYorkarto di Mundu, Yogyakarta. Sejak dibuka pada empat bulan lalu, pengunjung naik dua kali lipat pada bulan keempat (Maret 2014). Konsep interior ini memadukan gaya Eropa dengan gaya tradisi Jawa.
”Dulu, saya suka nongkrong, doyan banget, sampai kenal sama (orang-orang di) bangku-bangku lain. Saya akhirnya menciptakan komunitas, dan di situlah kuncinya mengapa orang betah nongkrong. Kalau di kafe Semesta itu basisnya komunitas sepeda motor, lalu anak-anak band dan event organizers. Di Legend juga mirip, saya menggandeng anak band. Lama-lama, fasilitas saya bertambah. Ada gim PS3, PS2, Nitendo Wii, dan biliar, yang semuanya gratis,” papar Ferry.

Sementara itu, bagi Ivan, pemilik Goeboex Coffee, di Jalan Perumnas Mundu, Mundu, Catur Tunggal, Yogyakarta, gimmick dengan menggratiskan pengunjung tak perlu ia lakukan. Ia meyakini usahanya bakal lancar karena dua hal. Pertama, dibangunnya pusat perbelanjaan Ambarukmo Plaza, yang letaknya tidak jauh dari kafenya. Kedua, banyak anak muda membutuhkan tempat nongkrong.

”Dulu, sebelum tahun 2000, di sini kayak kuburan, orang malas lewat, orang bilang daerahnya gali. Dulu gelap. Setelah dibangun plaza pada tahun 2005, jalan di sini mulai ramai. Kafe saya ini termasuk yang pertama dibangun di daerah sini,” kata Ivan, yang membuka kafe pada 2006.

Keyakinan Ivan terbukti. Kafenya laris, dan bahkan ia akhirnya pindah ke lokasi yang lebih luas pada 2008, yang letaknya tidak jauh dari kafe pertamanya. ”Saya nyewa tempat seluas 1.000 meter persegi, parkir luas, dan banyak ruang kosong untuk acara. Nyatanya, ya, penuh terus,” tutur Ivan, yang kerap menggelar nonton bareng laga sepak bola Liga Inggris atau Piala Champions.

Gaya hidup khas

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.