Kompas.com - 18/04/2014, 06:40 WIB
Penulis Ary Wibowo
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
TERENGGANU, KOMPAS.com - Lelah. Itulah yang pertama kali dirasakan sejumlah peserta Terengganu International Squid Jigging Festival 2014 saat berkunjung ke Santuari Kelah di Sungai Petang, Tasik Kenyir, Terengganu. Demi ke tempat tujuan itu, mereka harus berjalan kaki dengan medan lumayan menantang.

Kompas.com yang juga turut serta dalam festival tersebut merasakan sendiri bagaimana keringat mengucur deras ketika berjalan kaki kurang lebih sepanjang dua kilometer menuju Santuari Kelah. Tak jarang ditemui jalan setapak naik dan turun sehingga terkesan mirip saat mendaki gunung.

Rombongan peserta bertolak ke Santuari Kelah dari Petang Island Resort seusai makan siang pukul 13.00 waktu setempat. Dengan menggunakan perahu boat berkapasitas tujuh orang, kurang lebih selama 45 menit kami menyusuri danau Kenyir.

KOMPAS.com / Ary Wibowo Para peserta Terengganu International Squid Jigging Festival 2014 ketika ingin menyebrang sungai dengan perahu getek besi yang merupakan bagian dari perjalanan ke Santuari Kelah, Sungai Petang, Terengganu.
Sesampainya di pintu gerbang masuk, tantangan pertama yang harus dilalui adalah menaiki 47 anak tangga yang lumayan terjal. Setelah itu, kami berjalan kaki menyusuri jalan berjarak sekitar 700 meter di antara rimbunnya pohon-pohon besar dan suara kicauan burung di atas bukit yang rindang.

Perjalanan kemudian terhenti sejenak karena antrean cukup panjang dari para peserta yang ingin menyebrang sungai. Ternyata, kami harus bergantian dengan kelompok lain menyebrang sungai tersebut karena hanya menggunakan perahu getek besi berkapasitas 10 orang yang ditarik oleh enam orang pekerja.

Beberapa peserta yang menyebrang sungai dengan menaiki perahu getek menganggap hal tersebut bukanlah sesuatu yang asing. Namun, ada pula yang mengaku baru kali pertama merasakan pengalaman itu, salah satunya Maria Bennet, peserta asal Spanyol yang ikut dalam rombongan.

"Ya, sangat melelahkan," kata dia seusai menyebrang sungai.

Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di tengah bukit. Pemandu kemudian sempat mengingatkan bahwa kami harus hati-hati karena banyaknya bebatuan, pasir licin, serta jembatan-jembatan yang dibuat dari batang pohon dalam perjalanan kali ini.

Kurang lebih selama 20 menit berjalan, akhirnya kami sampai tujuan dan rasa lelah kami akhirnya terbayar melihat jernihnya Sungai Petang yang di dalamnya berisi ratusan ikan kelah. Bahkan, beberapa peserta ada yang langsung menghampiri sebuah meja kecil di pinggir sungai untuk mengambil palet lalu memberi makan ikan.

KOMPAS.com / Ary Wibowo Para peserta Terengganu International Squid Jigging Festival 2014 saat bermain dengan ikan kelah di Santuari Kelah, Sungai Petang, Terengganu.
Keunikan Sungai Petang dengan ikan kelah memang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisata di Tasik Kenyir. Hal itu terjadi karena ratusan ikan tersebut seolah-olah menanti setiap pengunjung yang datang.

Bagi pengunjung yang tidak biasa, khususnya peserta dari luar negeri, mungkin terasa janggal bermain dengan ikan. Akan tetapi, setelah mencoba memberi makan serta memegang ikan langsung dari dalam air, perasaan janggal itu akan berubah menjadi sangat menyenangkan.

Pengurus Santuari Kelah, Datuk Mohammad Jidin Shafee, mengatakan, ikan kelah memang merupakan daya tarik tersendiri di wisata alam tersebut. Ia pun menilai, selain sebagai tempat wisata, Santuari Kelah juga dapat dijadikan tempat menambah pengetahuan terhadap berbagai spesies ikan yang hidup di Sungai Petang.

"Selain wisatawan, banyak juga agensi atau mahasiswa datang ke sini untuk melakukan penelitian mengenai ikan kelah serta flora dan fauna sekitar Sungai Petang. Jadi, ini adalah salah satu cara kami untuk mengenalkan wisata Terengganu kepada dunia," kata Mohammad Jidin.

Santuari Kelah dibuka untuk umum setiap Selasa, Jumat, Sabtu dan Minggu. Untuk satu kali perjalanan, satu kelompok yang berisi maksimal enam orang akan memakan waktu selama lima jam. Pada November hingga Februari, Santuari Kelah tidak akan dibuka untuk umum untuk melakukan pemeliharaan lokasi wisata. (Ary Wibowo, dari Trengganu, Malaysia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk Dusun Semilir Sebelum Libur Akhir Tahun 2022

Harga Tiket Masuk Dusun Semilir Sebelum Libur Akhir Tahun 2022

Travel Tips
Lokasi Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang Jadi Tempat Pernikahan Kaesang Erina

Lokasi Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang Jadi Tempat Pernikahan Kaesang Erina

Travel Update
15 Tempat Wisata Tahun Baru di Kota Bandung, Bisa City Tour

15 Tempat Wisata Tahun Baru di Kota Bandung, Bisa City Tour

Jalan Jalan
Nikahan Kaesang dan Erina, Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Nikahan Kaesang dan Erina, Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Travel Update
Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

BrandzView
Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Travel Tips
Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Travel Update
Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Travel Update
20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

Travel Update
13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

Travel Tips
Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Travel Update
30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

Jalan Jalan
Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Travel Update
Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.