Kompas.com - 19/04/2014, 10:43 WIB
Pramugari Garuda Indonesia melayani penumpang yang mengikuti inaugural flight pesawat terbarunya Bombardier CRJ1000 NextGen dari Makassar tujuan Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pesawat pertama dari 18 yang dipesan tersebut nantinya akan melayani penerbangan dari HUB Makassar ke beberapa kota di Indonesia Timur di antaranya Ternate, Mataram, Kendari, Surabaya, dan Bali. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPramugari Garuda Indonesia melayani penumpang yang mengikuti inaugural flight pesawat terbarunya Bombardier CRJ1000 NextGen dari Makassar tujuan Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pesawat pertama dari 18 yang dipesan tersebut nantinya akan melayani penerbangan dari HUB Makassar ke beberapa kota di Indonesia Timur di antaranya Ternate, Mataram, Kendari, Surabaya, dan Bali.
|
EditorI Made Asdhiana
PONTIANAK, KOMPAS.com - Garuda Indonesia akan meningkatkan jumlah rute penerbangannya dari Pontianak untuk intra-Kalimantan dan keluar Kalimantan untuk mencapai target peningkatan penjualan sebesar 20 persen tahun 2014.

"Kami akan melakukan penambahan rute, baik intra-Kalimantan maupun ke luar Kalimantan, serta peningkatan pelayanan dan pertumbuhan agen seiring dengan penambahan rute itu," kata General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Pontianak, Donal Jerry, Kamis (16/4/2014).

Ia menjelaskan, penambahan rute tersebut selesai periode Mei sampai Agustus dengan tujuan dari Pontianak ke Putussibau (Kapuas Hulu, Kalimantan Barat), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), dan Balikpapan (Kalimantan Timur) untuk intra-Kalimantan. Sementara keluar Kalimantan akan dibuka rute baru Pontianak ke Yogyakarta dan Medan (Sumatera Utara) dan sebaliknya.

"Pembukaan rute intra-Kalimantan bertujuan membuka akses konektivitas antar daerah di wilayah Kalimantan sendiri sehingga konsumen Garuda yang akan menuju Balikpapan atau Palangkaraya tidak perlu transit lagi ke Jakarta dengan menggunakan layanan full service standar Garuda," ungkapnya.

Ia menambahkan untuk rute Pontianak tujuan Yogyakarta dan Medan memberikan opsi baru bagi pengguna layanan Garuda sehingga tidak harus transit ke Jakarta untuk mencapai dua daerah tersebut.

Menurut dia, armada yang digunakan untuk melayani rute tersebut menggunakan dua jenis pesawat, yakni rute intra-Kalimantan menggunakan pesawat ATR 72 buatan perusahaan Italia dan Perancis ATR. Sementara tujuan Yogyakarta menggunakan pesawat CRJ1000 NextGen buatan perusahaan Bombardier Aero Space Kanada.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.