Kompas.com - 20/04/2014, 18:20 WIB
EditorI Made Asdhiana
BERJALAN-jalanlah di Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten. Di antara bau pasar yang khas, tercium aroma sedap menghasut dari aneka masakan. Bijaklah mengelola ruang dalam rongga pencernaan sehingga semua penganan itu bisa dipersilakan mampir.

Matahari sudah meninggi hampir di ubun-ubun ketika kami tiba di Pasar Lama, awal April lalu. Pasar masih padat dan semarak oleh para pedagang di balik deretan lapak-lapak kayu. Pasar yang usianya sudah cukup tua ini memang pasar tradisional yang menjual aneka kebutuhan. Mulai dari bahan pangan segar, seperti sayuran, daging, dan ikan, hingga berbagai pakaian, seperti pakaian dalam yang berwarna-warni.

Pasar Lama ini menandai perkembangan kawasan Benteng menjadi pusat perdagangan di era VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) berkuasa pada tahun 1740-an. Kini pasar ini bisa menjadi alternatif oase bagi penggemar makanan. Di sini Anda bisa menemukan bacang, kwetiau, laksa, gado-gado, siomay, taoge goreng, bubur ayam, soto mi, mi kocok, kue cubit, dan kue odading nan lezat. Meskipun jenis masakan sebagian besar cukup umum, masakan-masakan itu disajikan dengan kualitas bahan yang baik dan terkesan sungguh-sungguh.

Siang itu kami memulai petualangan kuliner dengan mencicipi asinan sayur dan buah Cik Lan Jin. Tempat jualannya hanya sebuah etalase sederhana dari kayu yang dipenuhi baskom besar berisi buah dan sayur-mayur.

KOMPAS/LASTI KURNIA Cik Lanjin, penjual asinan di Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten.
Cik Lan Jin meracik aneka sayur dan buah itu dengan kuah asinan yang segar. Dia juga menyediakan asinan dengan kuah kacang yang gurih. Siang yang gerah hari itu terasa nikmat ketika kuah asinan yang asam, manis, dan asin meluncur di kerongkongan yang terasa tandus. Harganya hanya Rp 15.000 saja per bungkus. Asinan Lan Jin sudah hadir di Pasar Lama sejak tahun 1979.

”Pelanggan saya banyak, terutama pengunjung Klenteng Boen Tek Bio,” ujarnya.

Mari kita bergeser ke wilayah dekat klenteng tua dari tahun 1684, Boen Tek Bio, yang terletak di batas antara pasar dan permukiman. Di dekat klenteng ada sejumlah pedagang makanan lezat yang wajib disinggahi. Salah seorang di antaranya Sitar (44) yang setiap hari menjajakan laksa benteng di gerobaknya yang mungil. Sepiring laksa racikan Sitar berisi lontong, bihun, telur atau ayam, kucai, taoge, dan kacang hijau yang disiram dengan kuah mirip kari berwarna kuning keemasan.

Kuah laksa benteng berbeda dengan kuah laksa bogor yang umumnya berwarna cerah. Cita rasanya juga agak berbeda. Laksa bogor yang kesohor itu cenderung menonjolkan rasa gurih dan asin, sedangkan laksa benteng cenderung gurih manis.

Ciri khas laksa benteng adalah ukuran bihun yang jauh lebih besar daripada ukuran bihun pada umumnya. Kira-kira besarnya sebanding dengan mi kuning. Selain itu, kuahnya juga mengandung parutan kelapa gongseng yang memicu rasa kuah yang masir.

KOMPAS/LASTI KURNIA Kue Rangi di pinggir Jalan Ki Samaun, Tangerang.
Seporsi laksa buatan Sitar ini dihargai Rp 5.000-Rp 15.000, bergantung pada lauk yang dipilih: telur, ayam, atau tanpa keduanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali Jadi Destinasi Wisata Favorit Turis Rusia

Bali Jadi Destinasi Wisata Favorit Turis Rusia

Travel Update
Apakah di KRL Tidak Boleh Mengobrol dan Bertelepon? Ini Penjelasannya

Apakah di KRL Tidak Boleh Mengobrol dan Bertelepon? Ini Penjelasannya

Travel Update
Kafe Bertema Stranger Things Dibuka di Jepang hingga September 2022

Kafe Bertema Stranger Things Dibuka di Jepang hingga September 2022

Travel Update
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Berlaku dalam 2 Minggu

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Berlaku dalam 2 Minggu

Travel Update
Dieng Culture Festival 2022 Digelar Lagi, Ini Jadwal dan Daftar Acaranya

Dieng Culture Festival 2022 Digelar Lagi, Ini Jadwal dan Daftar Acaranya

Travel Update
10 Larangan dan Imbauan Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng

10 Larangan dan Imbauan Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng

Travel Tips
Tarif Kontribusi Konservasi Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Masih Wacana

Tarif Kontribusi Konservasi Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Masih Wacana

Travel Update
8 Tempat Wisata Dekat Florawisata D'Castello Ciater Subang

8 Tempat Wisata Dekat Florawisata D'Castello Ciater Subang

Jalan Jalan
Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Travel Tips
Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Travel Tips
Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

Jalan Jalan
Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.