Kompas.com - 20/04/2014, 18:20 WIB
EditorI Made Asdhiana

Enggan pelit

Menyusuri bagian lain pasar, kita akan menemukan kerak telor Bang Maman. Laki-laki Sunda-Betawi itu berjualan di pikulan sederhana di pojok pintu masuk pasar. Kerak telor Bang Maman ditabur bersendok-sendok bawang goreng dan ebi yang sangat gurih. Berbeda dengan kerak telor lain yang bawang goreng dan ebinya ala kadarnya.

”Kalau enggak dikasih banyak, entar saya dibilang pelit lagi,” kata Maman berseloroh.

Tidak jauh dari tempat Maman berjualan, ada pedagang soto mi, mi kocok, odading, kue cubit, dan kue rangi. Siang itu, kami juga tergoda dengan aroma gurih kue rangi yang baru matang. Kue rangi adalah kue yang terbuat dari parutan kelapa muda dicampur sagu dan dibakar dalam cetakan logam. Setelah matang disiram dengan saus gula jawa yang diberi kanji. Saus isian ini berada di bagian tengah adonan rangi. Tekstur kue rangi terasa kenyal, lengket, dengan rasa gurih dan manis yang melenakan.

”Kalau ke sini harus coba kue rangi ini, beda loh,” ujar Endang (38), si penjual, berpromosi.

Jika rongga pencernaan masih cukup ruang, tak ada salahnya mampir ke warung soto betawi di Jalan Ki Samaun, masih di sekitar Pasar Lama. Soto betawi olahan Pak Suganda (45) ini tampil ayu dengan kuah berwarna putih, campuran susu segar dan santan. Pak Suganda berujar, campuran itu membuat intensitas rasa gurih dari soto lebih nikmat. Memang betul, gurihnya kuah soto dengan campuran santan dan susu ini terasa seimbang. Tidak terlalu berlebihan, tetapi tanpa terperosok pada kehambaran.

Di warung Pak Suganda ini, kita juga bisa memesan gado-gado yang dibuat dengan baik dan tampak higienis. Sayurannya terasa masih segar dan direbus dengan kematangan pas sehingga tidak terlalu londot. Setelah disiram kuah kacang tanah yang digiling lembut, lengkaplah identitasnya sebagai gado-gado. Untung saja porsinya cukup mungil. Sebagai santapan terakhir siang itu, si gado-gado menempati sisa ruang terakhir di rongga perut.

Oh ya, mungkin ada baiknya kenakan pakaian serba longgar saat berjalan-jalan di Pasar Lama. Selain nyaman dikenakan di udara panas, baju longgar mampu menyembunyikan perut yang menggelembung setelah icip-icip di sana-sini. (Budi Suwarna/Sarie Febriane)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.