Kompas.com - 21/04/2014, 15:04 WIB
Penulis Ary Wibowo
|
EditorI Made Asdhiana
TERENGGANU adalah salah satu kota di Malaysia yang memiliki keelokan alam dan daya tarik wisata yang luar biasa. Namun, selain menikmati alam dan keanekaragaman flora, Anda juga bisa merasakan daya tarik fauna dengan berinteraksi bersama gajah di Kenyir Elephant Village.

Kenyir Elephant Village merupakan salah satu bagian dari tempat wisata yang berada di kompleks Tasik Kenyir, Terengganu. Sudah ada sembilan ekor gajah yang berada dalam wilayah seluas 256 hektar tersebut.

Tempat penampungan gajah itu cukup rimbun dengan tumbuhan besar dan rumpun perdu sebagai habitat gajah. Terdapat juga aliran sungai yang mengalir jernih sebagai tempat memandikan gajah.

Kompas.com berkesempatan mengunjungi Kenyir Elephant Village di sela-sela acara Festival Terengganu International Squid Jigging 2014. Akan tetapi, karena waktu sudah menjelang malam, Kompas.com bersama peserta lainnya tidak memiliki waktu banyak untuk berinteraksi dengan gajah-gajah tersebut.

Ketika tiba di tempat tujuan, enam gajah tengah dimandikan oleh tujuh orang pawang gajah. Mereka mengguyur tubuh besar sang gajah dengan semacam gayung terbuat dari kayu lalu menggosok tubuh satwa tersebut dengan sikat sebelum membawanya kembali ke rumah-rumah gajah yang sudah disediakan.

Meski begitu, karena proyek pembangunan Kenyir Elephant Village belum sepenuhnya rampung sehingga belum dibuka untuk umum. Pengurus pembangunan Tasik Kenyir, Tengku Mohd Ariffin Tengku Abdul Rahman, mengatakan, pihaknya berencana untuk melakukan pembangunan tersebut dalam dua tahap.

Gajah-gajah milik Kenyir Elephant Village di Tasik Kenyir, Terengganu, Malaysia.
"Pembangunan tahap pertama meliputi 30 hektar dan pada tahap itu kampung gajah baru akan dibuka umum pada pertengahan tahun ini," ujar Tengku Abdul Rahman saat berbicang kepada Kompas.com.

Dengan luas 256 hektar, Kenyir Elephant Village menargetkan untuk menampung 30 ekor gajah. Nantinya, gajah-gajah tersebut akan dibuatkan rumah khusus agar dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung.

"Nanti juga akan ada fase kedua yang menyusul pada tahun depan. Akan ada komponen baru salah satunya rumah-rumah di atas pohon, menaiki gajah, menyusuri air terjun dan melihat gajah-gajah liar di luar kampung gajah ini," kata Tengku Abdul Rahman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.