Sentani, Danau Indah dengan Pesta Adat

Kompas.com - 22/04/2014, 15:12 WIB
Tarian perang, felabhe, membuka Festival Danau Sentani V di Khalkote Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/6/2012). Tarian itu diikuti 500 orang dari 24 kampung KOMPAS/ADI SUCIPTOTarian perang, felabhe, membuka Festival Danau Sentani V di Khalkote Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/6/2012). Tarian itu diikuti 500 orang dari 24 kampung
EditorI Made Asdhiana
JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebuah festival terbaik akan hadir di Sentani, Kabupaten Jayapura pada 19-23 Juni 2014. Agenda tahunan yang memasuki kali ketujuh itu akan menghadirkan pesta rakyat dan pergelaran seni budaya dengan tema “Budayaku Hidupku”. Acara akan berlangsung di Kawasan Wisata Kalkote, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Festival akan menghadirkan beragam acara menarik untuk warga maupun wisatawan yang hadir berupa pameran budaya dan kuliner dari 19 distrik di Papua. Festival kali ini juga akan berupaya memecahkan rekor MURI yaitu melukis di atas kayu.

Pawai budaya dihadirkan dari Kelompok Etnik Budaya dan Nusantara di Jayapura pada 17 Juni 2014. Ada juga Pertunjukan Isilo, yaitu tarian tradisional di atas perahu, musik rakyat, dan cerita rakyat. Selain itu, akan ditampilkan juga "Tifa Gema Kemakmuran" yang dimainkan 500 orang berpakaian adat.

Untuk memeriahkan acara digelar beragam lomba selama empat hari festival berlangsung, di antaranya lomba dayung perahu untuk laki-laki, lomba dayung perahu untuk perempuan, lomba suling tambur, serta lomba folk song dengan lagu khusus dari tanah Tabi.

Tahun ini festival juga akan mengagendakan tur wisata ke Pulau Asei dan Pulau Ajun yang menampilkan ritual budaya setempat. Selama acara festival akan diikuti promosi daya tarik wisata Papua dalam bentuk slide di area festival setiap harinya bersama promosi PON 2020 di mana Papua akan menjadi tuan rumah.

Danau Sentani merupakan salah satu danau terbesar di Papua yang lokasinya tidak jauh dari Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. Rumah panggung dengan kolam dan jaring penangkap ikan adalah pemandangan umum di danau ini. Danau Sentani juga merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan yang hampir separuhnya adalah asli danau tersebut.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Turis asing di Danau Sentani
Wisatawan biasanya akan memberanikan diri berenang di danau atau berbaur dengan masyarakat lokal yang ramah sambil melihat proses pembuatan sagu, makan papeda, atau mencicipi buah matoa yang biasa dijajakan di pinggir jalan atau di pasar tradisional.

Untuk menuju Danau Sentani, manfaatkan moda transportasi berupa bus kecil dari Jayapura dengan lama sekitar 30 menit ke arah barat. Karena berada di Kabupaten Jayapura maka akses menuju danau ini terbilang mudah karena berada dekat dengan Bandara Sentani.

Setelah Festival Danau Sentani menyusul Festival Lembah Baliem (Agustus 2014) dan Festival Asmat (Oktober 2014). Ketiga festival ini berhasil mendongkrak jumlah kunjungan wistawan mancanegara dan Nusantara ke Provinsi Papua karena dinilai menampilkan keunikan masyarakat adat selain keindahan alam Papua.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER TRAVEL] Cara Buat Steak Empuk | Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

[POPULER TRAVEL] Cara Buat Steak Empuk | Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Whats Hot
15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

Whats Hot
Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Whats Hot
Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Makan Makan
Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Makan Makan
RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Makan Makan
12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

Makan Makan
Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Makan Makan
Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Makan Makan
Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Jalan Jalan
Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X