Kompas.com - 23/04/2014, 14:35 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyenangkan dapat melakukan apa yang kita cintai. Begitu lah pesan dari buku terbaru Ira Lathief, "Do What You Love, Love What You Do" terbitan Gramedia Pustaka Utama yang diluncurkan Senin (21/4/2014) di Taman Prasasti, Jakarta.

Ira seorang pemandu wisata, penulis dan juga creativepreneur yang memang tak biasa. Dalam peluncuran buku ke-15 ini pun ia mengemasnya dengan tak lazim.

Tak seperti peluncuran buku biasanya yang dilakukan dalam ruangan dan serius, kali ini Ira membuat undangan penasaran dengan mengemasnya dalam sebuah perjalanan wisata kejutan. "Saya akan tunjukkan apa yang menjadi minat saya dan betapa menyenangkannya. Sesuai dengan buku ini, tentang menjalani sesuatu berdasarkan kecintaan. Karena saya seorang pemandu wisata, jadilah seperti ini konsepnya," ungkapnya.

Ira terlihat semangat sekali hari itu. Mempengaruhi siapa saja yang dekat dengannya untuk mengikuti dengan senang hati. "Ini surprise tour, jadi nikmati saja perjalanannya tanpa tahu akan diajak ke mana," tambahnya dengan tawa saat sebuah Bus Wisata Jakarta muncul di hadapan para undangan.

Perjalanan pertama cukup menarik. Undangan diajak ikut Bus City Tour yang sedang menjadi transportasi primadona di ibu kota selama 40 menit lalu dilanjutkan dengan perjalanan rahasia kedua. Dari pelataran Museum Nasional, undangan diajaknya berjalan. "Sekitar 100 meter, kita sampai ke tempat kedua." ujarnya.

Ira, begitu cara ia mengenalkan dunianya pada siapa pun yang datang hari itu. Dalam perjalanan itu pun sesekali ia berhenti. dipandu oleh temannya, undangan dikenalkan lebih dekat dengan sejarah. Lalu 15 menit kemudian sampailah di sebuah tempat yang Ira sebut sebagai San Diego Hills-nya zaman kolonial Belanda yang ternyata Taman Prasasti.

"Banyak dari kita yang tinggal di Jakarta tapi belum tahu tempat ini, tempat ini merupakan salah satu tempat favorit saya di Jakarta. Taman yang tak hanya indah tapi cocok menjadi tempat kontemplasi," tuturnya.

Puncaknya setelah berjalan-jalan sebentar di Taman Prasasti dan berbagi cerita sejarah maka acara dilanjutkan dengan simbolis peluncuran buku. Dengan berseri Ira mengungkapkan isi buku yang ia selesaikan selama setahun ini.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Pelepasan burung dalam peluncuran buku
"Buku ini tentang sebuah kecintaan. Saya ingin berbagi tentang pentingnya mengikuti hasrat terdalam atau panggilan hati dalam berkarir ataupun menjalani hidup. Keberanian untuk mengikuti panggilan jiwa atau passion, berbanding lurus dengan kreativitas, kesuksesan dan kebahagiaan seseorang," jelasnya.

Ira, melalui bukunya memancing pembaca agar lebih berani mengeksplorasi dan melihat ke dalam diri, apa yang menjadi keinginannya. Untuk itu pula, lewat buku setebal 98 halaman ini ia juga berbagi soal kisah orang-orang yang menjalani karirnya dengan sepenuh hati, sesuai kecintaannya.

"Tak perlu takut mengikuti minat dan kecintaan. Saat kita fokus pada kecintaan dan melakukannya dengan sepenuh hati, uang akan mengikuti. Jadi jangan pernah takut keluar dari zona nyaman yang sekarang," tantangnya.

Gaya penulisan Ira yang cenderung sederhana dan singkat serta bubuhan grafis yang menarik menjadikannya tidak membosankan, buku ini juga dikemas dalam dua muka sedang dibagian tengah ada dua kartu pos yang dapat ditulis.

"Sengaja dibuat menarik dengan banyak grafis. Pertama untuk memudahkan kita berimajinasi, lalu kedua karena tak ada batasan umur untuk menikmati buku ini," tambah Ira.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.