Kompas.com - 24/04/2014, 09:11 WIB
Beberapa travel agent asal Penang, Malaysia sedang menjajal wahana Flying Fox di obyek Wisata Curug Siklotok di desa Kaligono kecamatan Kaligesing, Purworejo, Sabtu (18/1/2014). TRIBUNJOGJA.COM/RENTO ARI NUGRAHABeberapa travel agent asal Penang, Malaysia sedang menjajal wahana Flying Fox di obyek Wisata Curug Siklotok di desa Kaligono kecamatan Kaligesing, Purworejo, Sabtu (18/1/2014).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna jasa online travel agent (OTA) atau biro perjalanan wisata online di Indonesia meningkat. Walau isu utama yang menjadi tantangan OTA adalah masalah kepercayaan dan keamanan.

"Isu kepercayaan memang menjadi hal utama bagi pasar Indonesia. Online travel agent harus memiliki call center," kata CEO & Founder, Travelmob, Turochas Fuad di Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Situs pemesanan akomodasi dari TravelMob.com sendiri dilengkapi call center. Hal sama juga dirasakan oleh Ezytravel.co.id

"Sudah makin banyak transaksi melalui online. Tapi biasanya pelanggan lalu tetap perlu menelepon hanya untuk memastikan apa kami benar-benar ada, juga bertanya soal pembayaran," kata Founder Ezytravel.co.id, Eric Tjetjep.

Ia menuturkan dibanding tahun lalu, ada peningkatan sebesar 50 persen untuk pemesanan secara online. Selain itu, lanjutnya, pembayaran melalui kartu kredit meningkat sebesar 60 persen di tahun 2013 dibanding tahun sebelumnya. Walau ia mengakui transaksi dengan kartu kredit masih di bawah 50 persen.

Eric mengaku call center tetap diperlukan karena yang dijual adalah jasa pariwisata. Ia merasa perlu adanya interaksi dengan pelanggan dalam pemesanan perjalanan wisata.

"Melalui telepon, kami bisa berikan saran berbagai alternatif. Misalnya destinasi alternatif sesuai budget atau maskapai yang sesuai," ungkap Eric.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, CEO & Founder Nusatrip.com Hans Ebenhahn juga merasa call center tetap diperlukan untuk pasar Indonesia. Tentu, pembelian tidak dilakukan melalui call center.

"Call center ini sekadar untuk mendapatkan informasi saja," kata Hans.

Hans menambahkan masih sangat susah mendapatkan transaksi melalui mobile via smartphone. Hal ini memang terjadi tidak hanya di Indonesia, namun juga di negara-negara lain.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.