Kompas.com - 24/04/2014, 12:53 WIB
Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY. BARRY KUSUMAGoa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendorong pengembangan potensi wisata alternatif yang ada di lima kabupaten/kota di daerah itu.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata DIY Putu Kertiyasa, Selasa (22/4/2014) mengatakan selama ini kunjungan wisata masih terkonsentrasi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta dengan destinasi wisata yang telah populer.

"Kalau biasanya kan Pantai Parang Tritis, Keraton, Malioboro, yang sering jadi tujuan. Kami ingin mendorong dan memperkenalkan wisata yang nonkonvensional di luar itu yang masih banyak dimiliki oleh DIY," katanya.

Menurut Putu, upaya mempromosikan destinasi wisata alternatif itu juga bertujuan agar kunjungan wisata dapat merata di lima kabupaten/kota di daerah itu.

Menurut dia, upaya promosi wisata alternatif itu juga telah dilakukan Dinas Pariwisata di berbagai pameran di Jakarta serta kota besar lainnya. Misalnya, kata dia, menonjolkan wisata yang ada di Gunung Kidul seperti pantai.

"Sepanjang jalan utama Gunung Kidul terdapat pantai yang masih belum tersentuh wisatawan, serta goa-goa yang banyak belum tergarap," katanya.

Potensi tersebut saat ini sudah mulai didengar oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul bersama Dispar DIY, lanjut Putu, saat ini masih merencanakan pembenahan infrastruktur sehingga diharapkan dapat mengundang investor untuk berinvestasi di wilayah berpotensi wisata.

Dengan munculnya investor ke depan diharapkan juga akan mendorong pembangunan perhotelan di daerah itu, sebab untuk mengunjungi obyek wisata, wisatawan juga mempertimbangkan ketersediaan perhotelan.

"Kami di tingkat provinsi juga berupaya membantu dalam bidang anggaran pembiayaannya," katanya.

BARRY KUSUMA Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Selain itu Gunung Kidul, di Kabupaten Kulonprogo juga memiliki banyak obyek wisata alternatif seperti wisata arung jeram yang ada di Sungai Progo.

"Banyak mata wisatawan khususnya mancanegara yang mulai melirik wisata arung jeram yang ada di Kulonprogo, sehingga perlu dikembangkan lagi untuk lebih menarik wisatawan," katanya.

Saat ini, kunjungan wisatawan domestik ke DIY terus mengalami kenaikan setiap tahun. Hal itu seiring dengan munculnya obyek wisata alternatif yang sudah mulai diketahui calon wisatawan dari daerah lain.

"Sementara untuk wisatawan mancanegara saat ini masih sedikit, jumlahnya akan meningkat biasanya pada bulan Juni-Agustus," tambah Putu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.