"Online Booking" Masih Baru untuk Wisatawan Domestik

Kompas.com - 24/04/2014, 15:55 WIB
Pengunjung Garuda Indonesia Holidays (GIH) Travel Fair di Main Atrium Level 1, Grand Indonesia, Kamis (26/9/2013). GIH Travel Fair berlangsung mulai tanggal 26 sampai 29 September 2013. KOMPAS.COM/TRI WAHYUNIPengunjung Garuda Indonesia Holidays (GIH) Travel Fair di Main Atrium Level 1, Grand Indonesia, Kamis (26/9/2013). GIH Travel Fair berlangsung mulai tanggal 26 sampai 29 September 2013.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak masyarakat Indonesia yang kini beralih menggunakan smartphone, namun belum banyak yang memanfaatkan aplikasi mobile dalam merencanakan perjalanan wisata. Hal tersebut menjadi salah satu poin pembahasan pada seminar Web in Travel di Jakarta, Rabu (23/4/2014).

"Internet adalah hal yang sudah lama ada di Indonesia, tapi untuk online booking melalui aplikasi mobile masih sangat baru bagi orang Indonesia," ujar Managing Director & Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh CTO 7langit.com, Oon Arfiandwi. Menurutnya, orang Indonesia banyak yang baru sampai pada tahap online booking melalui web di perangkat komputer saat merencanakan perjalanan wisata.

Oon mengatakan bahwa di era aplikasi mobile seperti saat ini, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar terbesar untuk aplikasi mobile. "Hanya saja banyak pengguna aplikasi mobile yang tidak memiliki fasilitas pembayaran yang ditawarkan oleh aplikasi mobile seperti kartu kredit. Hal ini lah yang sedang dicari jalan keluarnya," katanya.

Penggunaan aplikasi mobile dinilai bisa lebih menguntungkan pengguna karena kepraktisannya. Co-Founder Indonesia & Malaysia MD HotelQuickly, Faustine Tan mengatakan, online travel agent kini menjadi semakin kreatif dalam menawarkan konten-kontennya.

Sebagai contoh, banyak online travel agent menawarkan konten akomodasi perjalanan wisata dengan harga murah pada waktu-waktu tertentu sehingga lebih praktis dipantau melalui aplikasi mobile. Sayangnya hal tersebut tidak sejalan dengan kebiasaan berwisata orang-orang Asia Tenggara. "Rata-rata orang Indonesia melakukan last minute booking untuk perjalanan wisata mereka," tambah Gaery.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X