Kompas.com - 25/04/2014, 08:07 WIB
Pengunjung menikmati asam pedas ikan sembilang, sotong masak hitam khas Kedai Mak Munah yang merupakan Mak-nya Ikan Sembilang di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pengunjung menikmati asam pedas ikan sembilang, sotong masak hitam khas Kedai Mak Munah yang merupakan Mak-nya Ikan Sembilang di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BATAM, KOMPAS.com - Jika Anda berkunjung ke pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura ini, sepertinya Anda harus mampir ke salah satu kedai makan tradisional yang terletak di wilayah Tanjung Riau, Sekupang, Batam. Di sini Anda akan menemukan 100 persen masakan Melayu.

Kedai makan yang tidak mempunyai nama ini terkenal dengan Kedai Mak Munah yang sering dipanggil Mak Sembilang. "Saya sehari-hari masak ikan sembilang. Itulah alasan orang jauh panggil saya Mak Sembilang," kata perempuan yang memiliki nama asli Maimunah ini.

Sembilang merupakan salah satu jenis ikan laut yang berbentuk seperti lele. Hanya saja bentuknya lebih besar. Seperti lele, ikan sembilang juga memiliki patil yang menyengat dan berkulit hitam dan licin.

Kepada Kompas.com Mak Munah bercerita awalnya ia dan keluarga tinggal di Pulau Jeri dan hijrah ke Batam pada tahun 1996 agar anak-anaknya bisa melanjutkan sekolah karena di Pulau Jeri tidak ada SMP. "Kami kemudian tinggal di rumah papan di Tanjung Riau Sekupang dan membuka warung kopi yang juga menyediakan mi instan. Saat itu nelayan dari Malaysia dan Singapura masih biasa masuk ke sini," kata perempuan keturunan Tionghoa tersebut.

Hingga suatu saat ia diminta memasakkan makanan melayu oleh salah satu nelayan dari Singapura dengan menu gulai ikan sembilang "Akhirnya jadi langganan. Setiap kali datang ia selalu meminta gulai sembilang bahkan sering membawa rombongan juga untuk makan disini," jelasnya.

Sejak saat itulah kelezatan gulai sembilang Mak Munah tersebar dari mulut ke mulut dan banyak tamu yang datang untuk menikmati gulai sembilang atau yang disebut asam pedas ikan sembilang. "Sejak saat itulah saya tak lagi jual mi instan dan jual masakan melayu dan menu andalannya ya asam pedas ikan sembilang," katanya.

Perempuan berusia 63 tahun ini menjelaskan ikan sembilang cocok untuk dimasak asam pedas karena tekstur dagingnya yang lembut dan sedikit duri membuat ikan berpatil ini nikmat untuk disantap. Ia mengaku tidak ada bumbu rahasia untuk asam pedasnya. "Yang terpenting ikannya harus segar. Kalau bumbunya sama lah dengan orang lain," katanya sambil tersenyum.

Langganan Pejabat sampai Artis

Mak Munah bercerita tidak sulit mencari Ikan Semilang karena ia telah memiliki langganan nelayan yang angsung dari Pulau Kasu. "Tidak pernah kekurangan, hanya saja tambah hari harga ikan sembilang semakin mahal. Sehari minimal habis 5 kilo. Tapi dulu saat Kantor Provinsi Kepulauan Riau masih di Batam bisa berlipat-lipat yang datang kesini," jelasnya.

Ia bahkan hafal menu kesukaan pejabat jika datang ke kedai makan miliknya. "Pak Sani (Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Sani) suka dengan asam pedas ikan sembilang. Sekarang sejak pindah ke Tanjung Pinang jarang ke sini. Sedangkan kalau Pak Ahmad Dahlan (Wali Kota Batam) suka menu Sotong Masak Hitam. Saya sering dapat pesanan buat acara Pak Wali," katanya sambil memperlihatkan foto-fotonya bersama dengan beberapa pejabat dan juga artis ibu kota.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.