Kompas.com - 26/04/2014, 06:49 WIB
Berbagai menu olahan mujair asli Tondano di Restoran Rarampa. Selain pepes, mujair juga diolah menjadi menu mujair bakar cabai atau rica, mujair woku, dan mujair kuah kuning. KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHBerbagai menu olahan mujair asli Tondano di Restoran Rarampa. Selain pepes, mujair juga diolah menjadi menu mujair bakar cabai atau rica, mujair woku, dan mujair kuah kuning.
EditorI Made Asdhiana
BAHAN bakunya memang ’hanya’ ikan mujair. Tapi mujair ini diterbangkan dari Danau Tondano, di Manado, Sulawesi Utara, untuk dijadikan pepes mujair nan lezat, berbalut bumbu nusantara nan melimpah. Dagingnya yang tebal, lembut lagi manis, membuat kita enggan beranjak dari meja makan.

Pepes ikan mujair bukan jenis menu yang asing di banyak tempat makan, khususnya rumah makan dan restoran khas Sunda, pepes mujair kerap menjadi salah satu menu pemuas lidah. Tapi, di restoran Manado di kawasan Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yaitu Rarampa : A Culinary Experience Resto, Bakery and Pastry, pepes mujair menjadi salah satu menu andalan. Ia bersanding dengan mujair goreng sambal dabu-dabu, woku belanga, kuning, hingga mujair bakar rica atau bumbu cabai.

Bedanya, mujair yang menjadi bahan baku di Rarampa, diterbangkan dari danau terbesar di Sulawesi Utara, yaitu Tondano, yang menjadi habitat bagi ikan bernama latin Oreochromis mossambicus itu. Daging mujair Tondano terasa lembut dan manis, tidak ada aroma tanah atau lumpur yang bisa membuat selera makan hilang seketika.

Dari sekian banyak menu olahan mujair dan olahan ikan lainnya yang disajikan Rarampa, pepes mujair menjadi sajian yang menggoda. Cita rasa daging mujair asli Danau Tondano yang empuk dan manis, terasa kuat dalam menu olahan yang satu ini.

Saat pepes mujair yang baru saja matang dihidangkan di atas meja, harum wangi kemangi, daun jeruk, dan daun kunyit, terasa menggelitik indra penciuman. Balutan daun pisang dan daun pepaya yang menutupi tubuh ikan, membuat rasa penasaran makin membuncah. Uap yang mengepul, makin membuat hasrat mencicipi pepes mujair tak terbendung.

Ketika potongan pertama pepes mujair masuk ke mulut, seluruh simpul-simpul rasa seolah tersedot menjadi satu di mulut, merayakan sensasi rasa paduan antara bumbu yang kuat dan daging ikan nan manis, dan daun pepaya yang samar-samar pahit. Balutan bumbu yang melimpah, membuat pepes mujair terasa kaya rasa. Sama sekali tak tercium aroma amis.

Iringan musik hidup yang memainkan lagu-lagu Manado di aula Rarampa, melemparkan raga ke Manado yang jauh, yang hanya bisa dijangkau dengan menu-menu makanan pengobat rindu.

Bumbu melimpah

Mujair, ikan berbentuk pipih dengan warna hitam keabu-abuan ini mudah ditemui di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau. Setidaknya, berbeda dengan gurami atau kakap, apalagi jenis-jenis ikan laut mahal seperti salmon.

Anggapan bahwa mujair hanyalah ikan berkasta rendah, melatarbelakangi keputusan Nova memasukkan mujair dalam menu Rarampa. Yaitu untuk mengangkat derajat ikan mujair.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.