Disbudpar Banten Kemas "Seba Baduy" untuk Tarik Wisatawan

Kompas.com - 27/04/2014, 08:13 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Suku Baduy terlihat di Kampung Cicakal Muara, Desa Kanekes, Keluarahan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (7/2/2010). Nama Baduy diambil dari nama sungai Cibaduy yang melewati wilayah tersebut. Masyarakat Baduy menganut kepercayaan Sunda Wiwitan.
SERANG, KOMPAS.com - Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten akan mengemas tradisi 'Seba Baduy' Tahun 2014 lebih semarak, dalam upaya menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten, Endrawati di Serang, Jumat (25/4/2014), mengatakan ada beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan acara tahunan masyarakat Baduy di Provinsi Banten dalam bentuk 'Seba Baduy' pada 2014 yakni lebih semarak dari tahun sebelumnya.

"Ada beberapa perbedaan 'Seba Baduy' tahun supaya lebih menarik, diramaikan dengan seni tradisional Banten dan juga ada bazar kuliner khas Banten," kata Endrawati.

Endrawati mengatakan, 'Seba Baduy' tahun 2014 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan masyarakat Baduy, yakni mulai 2 Mei di Kabupaten Lebak, 3 dan 4 Mei di Provinsi Banten.

Ia mengatakan, adapun kegiatan tersebut akan dimulai dari jalan kaki masyarakat Baduy dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) menuju Pendopo Lama Gubernur Banten di Jalan Kiai Sjam'un Kota Serang yang berjarak sekitar 6 km.

Kemudian masyarakat Baduy yang berjumlah sekitar 1.800 orang akan disambut oleh kesenian kliningan, marching band, serta ada juga pameran kuliner dan UMKM, tenun baduy dan lain-lain.

"Kami berharap tradisi masyarakat Baduy ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Endrawati didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Banten Yemelia.

Sementara itu Konsultan "Seba Baduy" Muhammad Hasan mengatakan, Seba Baduy merupakan satu-satunya tradisi di Indonesia, bahkan dunia.

Oleh karena itu, perlu ada pengemasan yang baik serta sosialisasi yang luas, sehingga bisa lebih diketahui dan lebih masyarakat untuk bisa menyaksikan Seba Baduy tersebut. "Saya melihat ini bukan sesuatu yang biasa. Kami ingin menjadikan Banten tujuan wisata dunia, salah satunya melalui Seba Baduy ini," kata Hasan.

Hasan menambahkan, ada beberapa tujuan dari pengemasan Seba Baduy tersebut untuk tujuan wisata yakni mengangkat harkat dan martabat bangsa, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan pekerjaan, dan mempromosikan Visit Banten.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X