Krueng Aceh Jangan Disia-siakan

Kompas.com - 27/04/2014, 15:41 WIB
Krueng (Sungai) Aceh yang mengalir sepanjang sekitar 10 kilometer di Banda Aceh tampak tenang, beberapa waktu lalu. Krueng Aceh merupakan salah satu sungai terpanjang di Aceh yang kini masih lestari. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHKrueng (Sungai) Aceh yang mengalir sepanjang sekitar 10 kilometer di Banda Aceh tampak tenang, beberapa waktu lalu. Krueng Aceh merupakan salah satu sungai terpanjang di Aceh yang kini masih lestari.
EditorI Made Asdhiana

Di muaranya, Krueng Aceh menjadi tempat kapal-kapal nelayan bersandar. Aktivitas kehidupan masyarakat di muara sungai telah berlangsung lama. Tercatat Gampong Pande di sisi barat muara sungai itu dibangun Sultan Alaidin Johansyah pada 22 April 1205. Permukiman ini diyakini menjadi cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam dan Banda Aceh sekarang.

Belum maksimal

Warga berharap pemerintah setempat bisa memaksimalkan dan melestarikan Krueng Aceh. Sungai ini belum dikelola dengan baik. Belum ada fasilitas memadai yang membuat warga nyaman menikmati sungai itu, semisal jalur khusus pedestrian, tempat duduk, dan pondokan.

Di beberapa sudut sungai, warga harus duduk lesehan di sembarang tempat. Wadah sampah pun tak banyak sehingga warga masih membuang sampah sembarangan di pinggiran sungai atau ke sungai.

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rere Meiliza (21), berpendapat, pemerintah patut berkaca pada Malaysia yang cerdik menggarap tempat wisata sekalipun tak terlalu istimewa. ”Di sini, Krueng Aceh bersih dan asri. Itu modal untuk mengembangkan sektor pariwisata Aceh dan Banda Aceh,” kata warga asal Kota Langsa ini.

Warga pendatang berpendapat serupa. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosiologi dan Ilmu Politik Unsyiah asal Medan, Sumatera Utara, Alfri Sinulingga (22), menilai, dibandingkan sungai-sungai di daerahnya, Krueng Aceh jauh lebih baik. ”Wisatawan akan sangat betah di sini kalau ditunjang fasilitas untuk pedestrian, tempat duduk, dan gazebo yang nyaman. Apalagi kalau ada sarana perahu wisata,” ucapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh telah berupaya memaksimalkan potensi Krueng Aceh. Pada 2010, mereka membangun lima dermaga di sepanjang sungai yang melintasi kota itu. Tujuannya, sebagai penunjang warga dan wisatawan yang ingin menggunakan fasilitas perahu wisata. Sayang, fasilitas itu terbengkalai.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banda Aceh Muhammad Bahagia mengungkapkan, program itu belum berjalan karena dangkalnya air Krueng Aceh. ”Saat itu, perahu yang dioperasikan tidak bisa jalan karena terhalang sampah sisa tsunami yang memenuhi sungai tersebut,” katanya.

Pada 2013, Pemkot Banda Aceh dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menandatangani nota kesepahaman untuk mengeruk sampah di Krueng Aceh sepanjang 5 kilometer. Proyek itu dikerjakan dengan dana dari APBN Rp 10 miliar. ”Nantinya bukan hanya untuk pariwisata. Sungai ini pun akan dimaksimalkan sebagai jalur utama transportasi air,” kata Bahagia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Aceh harus berupaya meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Wisatawan perlu dipikat agar mau tinggal dalam waktu lama. Semakin lama mereka di Aceh, kian banyak pula uang yang berputar di daerah itu.

Merujuk Aceh dalam Angka 2013, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara meningkat tiga tahun ini. Tamu domestik ke Aceh pada 2010 sebanyak 720.079 orang. Jumlah itu meningkat menjadi 959.545 orang (2011) dan 1.026.800 orang (2012). Adapun tamu mancanegara ke Aceh sebanyak 20.648 orang pada 2010. Jumlah itu meningkat menjadi 28.054 (2011) dan 28.993 (2012).

Namun, dunia wisata Aceh hanya meningkat dari segi kuantitas wisatawan, tetapi tidak dalam kualitasnya. Data BPS Aceh 2013 menunjukkan, lama kunjungan wisatawan justru menurun setahun terakhir.

Menurut Hermanto, kondisi itu karena kurangnya fasilitas pendukung di sejumlah tempat wisata di Aceh sehingga wisatawan tidak ingin berlama-lama. (ADRIAN FAJRIANSYAH)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Makan Makan
Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Makan Makan
Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Jalan Jalan
Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Whats Hot
Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Cerita Taman Hiburan di Jepang: Tutup, tapi Bersiap Sambut Pengunjung

Cerita Taman Hiburan di Jepang: Tutup, tapi Bersiap Sambut Pengunjung

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] WNA Tidak Bisa Masuk Indonesia | Es Krim Viennetta

[POPULER TRAVEL] WNA Tidak Bisa Masuk Indonesia | Es Krim Viennetta

Whats Hot
OYO Indonesia Siapkan Kamar Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

OYO Indonesia Siapkan Kamar Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Kisah Turis Asing Terjebak di Asia karena Pandemi Global Virus Corona

Kisah Turis Asing Terjebak di Asia karena Pandemi Global Virus Corona

Jalan Jalan
Cara Memindahkan Jadwal Penerbangan AirAsia Indonesia yang Dibatalkan

Cara Memindahkan Jadwal Penerbangan AirAsia Indonesia yang Dibatalkan

Travel Tips
Jepang Batasi Turis Asing Masuk, Termasuk WNI

Jepang Batasi Turis Asing Masuk, Termasuk WNI

Travel Tips
Orang Jepang, China, dan Korea Sering Pakai Masker, Ternyata Ini Alasannya...

Orang Jepang, China, dan Korea Sering Pakai Masker, Ternyata Ini Alasannya...

Travel Tips
Gerakan Masker Kain, Ajakan untuk Desainer Lokal Produksi 100.000 Masker Kain

Gerakan Masker Kain, Ajakan untuk Desainer Lokal Produksi 100.000 Masker Kain

Whats Hot
Ada Tenaga Medis di Purwokerto Diusir dari Kostan, Aksara Homestay Beri Penginapan Gratis

Ada Tenaga Medis di Purwokerto Diusir dari Kostan, Aksara Homestay Beri Penginapan Gratis

Whats Hot
12 Bandara di Indonesia Terapkan Layanan Pelanggan Virtual, Seperti Apa?

12 Bandara di Indonesia Terapkan Layanan Pelanggan Virtual, Seperti Apa?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X