Kompas.com - 27/04/2014, 19:04 WIB
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah menilai pariwisata Kepulauan Karimunjawa sudah mulai tergarap baik dengan semakin banyaknya ketersediaan akses transportasi.

"Penggarapan pariwisata Karimunjawa dimulai sekitar tahun 1990-an. Ketika itu, masih menggunakan satu kapal kayu, yakni Dewandaru untuk akses ke sana," kata Ketua DPD ASPPI Jateng, Pranoto HP di Semarang, Minggu (27/4/2014).

Namun, menurut Pranoto, saat ini sudah semakin banyak akses transportasi menuju Kepulauan Karimunjawa, baik dari Kota Semarang maupun Jepara sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata itu.

Ia menyebutkan perkembangan pariwisata Karimunjawa terjadi pada kisaran 2008-2009, diawali dengan pembukaan jalur transportasi Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini yang menghubungkan Kota Semarang-Karimunjawa.

"Saat itu, dari Jepara sebenarnya sudah terlayani dengan kapal Muria. Untuk KMC Kartini sendiri juga masih beroperasi pada akhir pekan sehingga tidak bisa setiap hari melayani wisatawan untuk menyeberang," katanya.

Kapasitas angkut KMC Kartini sekitar 146 penumpang, tetapi beroperasinya masih pada akhir pekan dengan waktu tempuh yang relatif cepat dibandingkan dengan menggunakan kapal Muria dari Jepara.

Sekarang ini, akses transportasi sudah semakin bertambah dengan hadirnya KMC Bahari Ekspres dan KMC Santika Ekspres yang berangkat dari Jepara dengan kapasitas angkut antara 150-200 penumpang.

"Dengan bertambahnya akses transportasi ke Karimunjawa, kami berharap semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Apalagi, sekarang ini penyeberangan kapal dari Jepara sudah hampir setiap hari," katanya.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Perahu mengantarkan wisatawan untuk menikamti keindahan bawah laut di sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2012).Lembaga Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Regional Kementerian Jerman (GIZ RED Jateng), pelaku wisata Solo, dan pemerintah daerah mulai bekerja sama mengembangkan wisata dalam rangka Visit Jateng 2013. Hingga saat ini fasilitas kepulauan Karimunjawa masih minim dengan fasilitas jalan dan listrik untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Pranoto mengakui pariwisata Karimunjawa memang sangat dipengaruhi dengan kondisi alam dan cuaca, sebab jika ombak besar memang tidak memungkinkan bagi kapal untuk menyeberang ke Karimunjawa, maupun sebaliknya.

"Ya, otomatis kalau cuaca tidak mendukung, ombak besar, memang kapal tidak bisa menyeberang. Itu kan kondisi alam yang tidak bisa dilawan. Namun, setidaknya sekarang sudah semakin banyak akses transportasi," katanya.

Pariwisata Karimunjawa sekarang memang masih kalah dibandingkan dengan Candi Borobudur yang masih menduduki peringkat pertama dengan jumlah kunjungan terbesar, namun Karimunjawa berada di peringkat kedua.

"Kami melihat pariwisata Karimunjawa sudah semakin digarap dengan baik. Kapal-kapal penyeberangan ke Karimunjawa selalu kehabisan seat  (tempat duduk). Ini membuktikan Karimunjawa semakin diminati wisatawan," tambah Pranoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.