Kompas.com - 29/04/2014, 09:19 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
TIDAK sulit berkunjung ke Pulau Sambu yang terletak "sepelemparan batu" dari negara Singapura. Dari Kota Batam, Anda bisa menuju Pelabuhan Sekupang lalu bisa memilih pelabuhan rakyat dengan membeli tiket sebesar Rp 10.000 untuk tujuan Pulau Sambu. Sekitar 20 menit Anda menaiki pompong sejenis perahu yang bermesin menuju Pulau Sambu yang menjadi salah satu pulau yang memasok minyak bumi terbesar yang ada di Kepulauan Riau.

Sampai di pelabuhan rakyat Pulau Sambu Anda harus sedikit punya nyali untuk meniti tangga dari kayu setinggi kurang dua meter untuk mencapai ke pelabuhan. Menginjak Pulau Sambu Anda akan berdecak kagum dengan bangunan-bangunan tua yang kosong karena separuh lebih penghuninya telah pindah.

Pada buku "Mozaik Batam di Bumi Segantang Lada" yang ditulis H. Mhd Alfan Suheiri dijelaskan pada era tahun 1940-an, Pulau Sambu sudah bekembang menjadi perkampungan yang cukup ramai. Wilayah ini menjadi storage tank oil oleh perusahaan perminyakan Royal Dutch Shell sejak tahun 1927. Tidak heran jika Anda menuju Pulau Sambu Anda akan melihat kilang minyak ukuran besar yang sangat menyolok mata.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pulau Sambu di Provinsi Kepulauan Riau.
Pulau Sambu pun dari jauh terlihat seperti orang tidur yang terlentang. Saat itu, para karyawan Royal Dutch Shell mendapat fasilitas perumahan di Sambu dengan mata uang yang berlaku dollar Singapura. Sebagian dari mereka juga didatangkan dari Singapura. Setiap Sabtu dan Minggu digelar layar tancap yang memutar film-film barat era 40-an dan 50-an karena film Melayu atau film Indonesia masih belum begitu banyak.

Setiap malam Sabtu atau Minggu, sebuah tanah lapang di dekat Kompleks Perumahan Pertamina Sambu akan dijejali penonton layar tancap. Jika bosan, warga Sambu bisa bolak-balik ke Singapura hanya untuk sekadar belanja, makan-makan atau menonton film di bioskop. Situasi politik saat itu belum membatasi teritorial Singapura (masih negara bagian Malaysia) - Indonesia secara ketat. Ke Singapura cukup menunjukkan KTP, sementara barang-barang dapat keluar masuk tanpa pemeriksaan.

Menurut Pitor (55), warga Sambu kepada Kompas.com, Minggu (20/4/2014), saat ini warga yang tinggal di Pulau Sambu kurang dari 200-an orang. "Kalau saya dulu pindah ke sini tahun 1979 karena Pulau Sambu lebih ramai dibandingkan Batam sendiri. Namun semuanya berubah di tahun 1990-an akhir saat kilang minyak sudah tidak lagi beroperasi. Banyak yang pindah lagi ke Batam, akhirnya ya kini banyak bangunan-bangunan kosong," jelasnya.

Bahkan satu-satunya bank di Pulau Sambu sudah tidak lagi beroperasi sejak 3 tahun terakhir. "Tapi untungnya ATM-nya masih bisa di gunakan," tutur laki-laki yang membuka warung di Pulau Sambu itu.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Salah satu vila kosong di Pulau Sambu, Kepulauan Riau.
Pitor menunjukkan bangunan SD yang sudah tutup sejak 2 tahun terakhir. "Siswanya dipindahkan ke Pulau Belakang Padang. Kalau TK-nya juga sudah lama tutup letaknya di dekat pantai sana," tambahnya.

Ia juga menceritakan Pulau Sambu juga dilengkapi bioskop, gedung pertemuan, pusat olah raga, masjid, gereja dan kantor pos. "Saat di Batam belum ada apa-apa, di Pulau Sambu sudah lengkap. Pusat keramaian di sekitar Kepulauan Riau bagian utara ya di Pulau Sambu ini. Batam bisa dibilang masih kosong," kata Pitor.

Anda hanya bisa menelusuri Pulau Sambu dengan berjalan kaki. Untuk Anda yang suka fotografi, hobi Anda akan tersalurkan dengan mengabadikan gedung-gedung tua yang terlihat eksotis yang mempunyai catatan sejarah masing-masing. Menara selamat datang, wisma, Kantor Pos, gedung bioskop, rumah sakit Pertamina serta beberapa telapak tangan para manager operasional Pertamina untuk sambu serta beberapa buah bungker minyak milik pertamina.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.