Kompas.com - 06/05/2014, 17:07 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, penyelenggaraan kegiatan pariwisata di Aceh semakin gencar dilakukan. Tetapi sayangnya, turis asing, terutama dari Malaysia, kurang berminat terhadap acara yang dilaksanakan tersebut.

“Kegiatan pariwisata yang diselenggarakan selama ini tidak menarik minat turis Malaysia,” ungkap Wakil Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh, Mujiburrizal, dalam keterangan tertulisnya kepada Serambi, Minggu (4/5/2014).

Dalam keterangan tertulis tersebut, Mujiburrizal juga menuliskan beberapa testimoni turis asal Malaysia tentang Aceh.

Pihaknya memang secara khusus membahas keinginan turis Malaysia karena selama ini turis dari negeri jiran tersebut mendominasi kunjungan wisatawan ke Aceh. Total kunjungan turis Malaysia ke Aceh mencapai sekitar 10.000 orang per tahun.

Menurut Mujiburrizal, Aceh sebenarnya menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Malaysia. Daya tarik utama Aceh adalah alam yang indah, budaya yang kaya, serta hubungan emosional sejarah Aceh dan Malaysia.

Di Aceh, turis Malaysia juga dapat menziarahi berbagai peninggalan sejarah Tamaddun Islam Aceh, situs peninggalan tsunami, pesantren tradisional, kuliner. Nilai plus lainnya adalah kemudahan prasarana ibadah seperti Masjid, dan mudahnya mencari makanan halal di setiap tempat.

“Aceh sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya Islam dan sedang menggalakkan pelaksanaan pengamalan Syariah Islam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malaysia,” ucapnya.

Tapi sangat disayangkan, peran Dinas Pariwisata Aceh belum maksimal dalam mengambil peluang tersebut, di antaranya terlihat dari berbagai acara pariwisata yang dilaksanakan selama ini. “Dinas terkait selama ini menampilkan atraksi budaya modern yang jauh daripada suasana Islami. Padahal bukan itu yang diinginkan turis Malaysia,” kata Mujiburrizal.

Di samping itu, promosi pariwisata Aceh di Malaysia juga sangat kurang. Dia mengatakan, kebanyakan para turis datang ke Aceh berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.

Karena itu, menurut Mujib, para pelaku wisata Aceh sangat mengharapkan supaya dinas terkait lebih fokus dalam melakukan promosi wisata di Malaysia dan membuat kegiatan pariwisata yang sesuai dengan minat wisatawan Malaysia.

“Aceh semestinya juga punya branding yang kuat, yaitu Destinasi Wisata Syariah, karena punya potensi yang luar biasa untuk itu,” tambah Wakil Ketua HPI Aceh ini. (yos)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.