Sensasi Wisata Baru, "Riverboarding" di Klaten

Kompas.com - 08/05/2014, 14:13 WIB
Wisata Riverboarding di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. TRIBUN JOGJA/OBED DONI ARDIYANTOWisata Riverboarding di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
EditorI Made Asdhiana
KLATEN, KOMPAS.com – Wisata Riverboarding mungkin lebih dikenal di Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ternyata terdapat wisata serupa, tepatnya di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Juliyan Beatrik (21), salah satu wisatawan asal Yogyakarta, mengaku baru pertama kali ini mengetahui dan mencoba wisata alam sekaligus olahraga tersebut. Bahkan dirinya yang tidak suka berenang ternyata sangat menikmati wisata di Kali Pusur tersebut.

“Saya baru tahu kalau ada riverboarding di Klaten dari teman saya. Saya sebenarnya tidak bisa berenang. Namun asyik sekali tadi riverboarding-nya bahkan ingin mencoba lagi di lain waktu,” ucapnya, saat istirahat di rest area, di Klaten, Sabtu (3/5/2014).

Gadis yang menyukai tantangan tersebut mengaku sangat suka ketika berada di aliran sungai yang banyak batunya. Pasalnya, saat riverboarding dia dapat merasakan keseruan di atas papan riverboarding yang dinaikinya. “Seru saat bisa melenggak-lenggok terbawa arus air yang deras,” jelasnya.

Wisata riverboarding tersebut awalnya dari hobi dari salah satu komunitas pecinta alam, Pasmaja. Namun kemudian berlanjut menjadi wisata yang dikomersialkan. Meskipun baru dimulai 2012 lalu, namun berbagai wisatawan dari luar Klaten tidak sedikit yang telah mencobanya.

Tridoyo Suryo Saputro, salah satu pengurus dari wisata tersebut, mengatakan medan riverboarding di Kali Pusur tersebut tepat diperuntukkan bagi pemula. Pasalnya, kedalaman sungai dan tingkat kesulitan medan yang berbatu tidak membahayakan bagi wisatawan yang baru pertama kali mencobanya.

“Mengarungi sungai dengan board (papan) tidak ada yang membosankan. Selain bermain dengan jeram yang menyenangkan, tamu dapat menikmati pemandangan alam sekitar yang mayoritas masih alami,” jelas pria yang akrab dipanggil Doyok itu.

Meski demikian, tempat tujuan wisata yang tergolong baru di Klaten itu belum terjamah oleh pemerintah daerah. Sebagai salah satu pencetus dari wisata tersebut, Doyok mengharapkan pemerintah dapat memperhatikan, terlebih mempromosikan wisata tersebut.

“Setidaknya pemerintah mau ikut memperkenalkan wisata ini meski tergolong baru di Klaten. Kalau dibandingkan Sungai Oyo di Gunungkidul, kurang lebih sama medannya. Kali Pusur ini terbilang cukup jernih, namun akan lebih baik lagi jika sampah-sampah tidak dibuang di sini,” katanya.

Selama mengkomersialkan wisata tersebut secara swadaya, Doyok mengaku lebih banyak melayani tamu dari luar daerah dan bahkan sempat wisatawan asing. “Minimal sekali putaran riverboarding enam sampai sepuluh orang. Mereka akan dikawal tiga sampai empat orang ahlinya,” tambahnya.

Sejumlah peralatan bagi pengunjung juga disediakan sebagai bagian dari keselamatan, seperti helm, pelampung, pelindung kali,dan termasuk board-nya. Jika tertarik untuk mencoba wisata petualangan sekaligus olahraga air ini, bisa mencari informasinya ke alamat twitter di @PasmajaRiverboarding. (oda)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Jalan Jalan
Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Travel Tips
InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

Whats Hot
Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Makan Makan
Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Jalan Jalan
Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Whats Hot
Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

Whats Hot
11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

Makan Makan
Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Whats Hot
Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Whats Hot
KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

Whats Hot
Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X