Kompas.com - 17/05/2014, 07:23 WIB
EditorI Made Asdhiana
MUSIM kemarau biasanya datang sekitar sebulan lagi atau sekitar Juni. Namun, faktanya, warga Kota Kupang dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur, sejak akhir April, mulai merasakan terik matahari timur. Warga pun mulai memburu tempat rekreasi yang mampu menghalau rasa gerah. Salah satu pilihannya adalah Oenesu, tempat rekreasi yang mengandalkan pemandangan air terjun bertangga empat.

Pada Minggu (27/4/2014) lalu, misalnya, ratusan warga tumpah ke Oenesu, sekitar 17 kilometer barat Kota Kupang. Mereka berkunjung secara perorangan atau berkelompok.

”Oenesu adalah tempat rekreasi paling tepat untuk menghalau rasa gerah yang belakangan mulai mengusik kenyamanan warga,” kata Yoris Parera (52).

Bersama sekitar 100 orang komunitasnya asal Penfui—tepi timur Kota Kupang—Yoris menikmati kesejukan Oenesu sejak pagi hingga petang. ”Kami semua kebetulan dari kepanitiaan acara yang baru saja berlalu. Kesempatan pembubarannya dengan rekreasi bersama di Oenesu,” sambung John Sajo, rekan Yoris.

Secara administratif, Oenesu masuk Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, di ujung barat Pulau Timor. Seperti daerah lain di NTT, Kupang rata-rata berwajah tandus dan gersang, terutama pada musim kemarau. Potret kawasannya bertambah seram akibat ulah warga yang suka membakar semak tanpa kepentingan.

Meskipun begitu, Kupang ternyata masih menyisakan kesejukan dan pemandangan hijau dari sejumlah lokasi, salah satunya dari deburan air terjun dalam kepungan berbagai jenis pohon rimbun dan terjaga di Oenesu.

Tempat rekreasi itu memang menyuguhkan sejumlah keistimewaan. Sejak lama dikenal sebagai sumber mata air berdebit tinggi serta air yang selalu bening dan terus mengalir sepanjang tahun. Debit air stabil hingga puncak kemarau.

Di sekitar daerah aliran sungai, tumbuh berbagai jenis pohon hutan endemik setempat. Beberapa jenis di antaranya mangga hutan, jambu air, dan aren. Semuanya seakan menjadi pengokoh dinding daerah aliran sungai.

Oenesu, baik ketika kemarau maupun musim hujan, selalu menyuguhkan panorama air terjun bertangga empat. Paduan desah, riak, dan deruan air terjun yang tak pernah putus seakan melengkapi kesejukan di Oenesu.

Apabila kawasan wisata itu agak sepi, bersama deruan air terjun juga terdengar jelas kicauan girang sejumlah burung dari ranting-ranting jambu air atau pohon lain yang sedang berbunga. Sekali-sekali terdengar kotekan ayam atau lolongan anjing dari perkampungan sekitar. Pepohonan yang lebat dan hijau terasa berperan menjadi penyaring berkas angin gerah menjadi angin sepoi yang mengantarkan kesejukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.