Kompas.com - 18/05/2014, 14:54 WIB
EditorI Made Asdhiana
DARI kejauhan titik-titik kecil berwarna-warni meliuk-liuk di antara kehijauan kebun teh. Mereka adalah para pelari dengan jersey beragam warna yang sedang menikmati trek kawasan wisata Kawah Putih, Gunung Patuha, Ciwidey, sekitar 48 kilometer selatan Bandung, Minggu (4/5/2014) lalu.

Cuaca cerah dibingkai langit membiru dengan trek trail yang beragam dari jalan aspal, bebatuan, tanah, serta humus di hutan pinus membuat suasana lari menyenangkan. Minggu pagi itu sekitar 250 penggemar olahraga lari dari Bandung dan Jakarta dan sekitarnya berdatangan ke kawasan wisata dengan ketinggian 2.434 di atas permukaan laut (dpl) itu.

Pagi yang cerah, udara sejuk, menyergap tubuh di daerah yang bisa bersuhu antara 8-22 derajat celsius itu. Mereka memenuhi undangan Kindeuw Runners, komunitas lari trail— dibaca mudah trel—di Bandung yang membuat acara ”Food, Fashion and Trail Fun Run di Kawah Putih”.

”Saya berenam dari Jakarta berangkat pukul 02.00 untuk ikutan acara ini,” ujar Ira Roso, penyuka lari dari Jakarta.

Adapun Zihan Alaktiri bersama teman-temannya berangkat dari Jakarta menggunakan travel pada Sabtu sehari sebelumnya. Mereka merapat ke toko outdoor Eiger di Jalan Sumatera, Bandung, untuk mendaftar ulang ikut lelarian di Kawah Putih. ”Dari Bandung, kami bersepuluh menyewa angkot ke Kawah Putih, beberapa malah baru kenal di Eiger. Seru, sih, apalagi malamnya kami menginap di tenda,” ujar mahasiswi Universitas Binus Jakarta itu.

Selain tenda yang nyaman, panitia juga menawarkan menginap ”kelas hotel” di Patuha Resort. Tenda maupun kamar hotel dibuat untuk guyub sehingga satu tenda diisi empat orang dan kamar hotel tiga orang. Lainnya bisa menginap di sejumlah penginapan atau vila sewaan yang banyak ditawarkan di sepanjang jalan Ciwidey menuju Kawah Putih.

Mereka yang tinggal di Bandung memilih berangkat subuh dari ”Kota Kembang” itu, menggunakan sepeda motor atau saling menumpang mobil. ”Saya pakai motor. Berangkat pukul 5 pagi, lupa pake sarung tangan. Dingiiin banget, telapak tangan sampe terasa beku,” ujar Dasin. Untuk mencapai kawasan itu, mereka yang dari arah Jakarta bisa keluar di pintu Tol Kopo, lanjut ke arah Soreng, Bandung.

KOMPAS/AGUS HERMAWAN Sepotong Pemandangan di Ciwidey.
Aki Niaki, ”sesepuh” penggiat lari di trail di Bandung dan sekitarnya, merancang acara sedemikian rupa agar para pemula sekalipun bisa menikmati suasana lari trail. Trek pun dibuat bervariasi, dari 2,5 kilometer untuk keluarga dan 5 kilometer hingga 12,5 kilometer. ”Mereka bisa lari dalam suasana race, tetapi tanpa podium. Dari sini, kita harap akan semakin banyak lagi mereka yang berlari trail,” ujar Aki, yang juga salah seorang pendiri Indo Runners, komunitas lari terbesar di Indonesia.

”Saya sengaja bawa anak-anak biar mereka mengenal alam juga,” kata Dwey Wahyu yang dari Bandung datang bersama istri dan dua anak balitanya.

Pemandangan menakjubkan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jalan Jalan
Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Travel Tips
Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.