Kompas.com - 21/05/2014, 09:15 WIB
EditorI Made Asdhiana

Cara lazim menikmati sashimi dan sushi adalah dengan memakannya bersama wasabi dan saus shoyu. Adab sopan yang disarankan, jangan mencampur wasabi ke dalam saus shoyu. Wasabi sejatinya bukan sekadar cocolan (condiment), melainkan unsur dari sajian sashimi atau sushi itu sendiri. Borehkan secuil wasabi pada sashimi atau sushi, lalu celup sedikit dalam saus shoyu, dan makan dengan sekali lahap, bukan digigit. Sementara, irisan jahe berfungsi dinikmati di antara suapan sushi atau sashimi untuk membersihkan landasan lidah.

Jangan abaikan pula cincangan halus lobak yang disajikan bukan sekadar untuk hiasan. Cincangan lobak ini dibuat dengan serius untuk dimakan. Nikmatilah di sela-sela suapan sashimi atau sushi. Begitu pula dengan daun oba atau shiso (Perilla frutescens) yang penampilannya ornamental dengan sifat aromatik yang kuat mirip daun mint.

”Kita berlatih menggunakan pisau dengan mengiris-iris lobak ini,” kata seorang asisten Hosoya sambil tekun mencincang lobak.

Tantangan

Tantangan lain yang menggoda adalah menikmati fugu (Takifugu), ikan beracun fatal tetrodotoxin yang lebih mematikan dari sianida. Di Jepang, hanya chef bersertifikat saja yang diperbolehkan mengolah fugu. Sang chef harus mengusai keterampilan tingkat tinggi sehingga daging fugu tak terkontaminasi racun. Namun, kini di Jepang sudah ada pembudidayaan fugu bebas racun seperti di Prefektur Oita.

Di Sushi Masa, fugu yang disajikan tidak berupa sashimi, tetapi digoreng tepung alias fugu karaage. Tak ada salahnya mencicipinya sekalipun misi utama bersantap adalah sushi dan sashimi. Rasa fugu goreng ini mengingatkan pada rasa ikan kudu-kudu (Ostraction sp) goreng dari Makassar, Sulawesi Selatan. Serat dagingnya kesat dan gurih.

Seusai bersantap, tersisa satu pertanyaan. Mengapa restoran yang seserius ini harus mengucilkan diri di ujung utara Jakarta? Dengan rendah hati, Hosoya berkata, lokasi terkucil adalah tantangan tersendiri baginya.

Dengan berada di lokasi yang jauh dari keramaian urban serta gersang, Hosoya ingin menguji dirinya sendiri, apakah keterampilannya menyajikan sushi dan sashimi bisa membuat orang tetap akan datang ke Sushi Masa. Nyatanya, ia ”lulus” ujian itu. Sushi Masa kian ramai sekalipun jam buka relatif singkat, yakni pukul 11.30-14.00 dan 18.00-22.00. Sementara hari Senin, restoran ini tutup.

Lokasi Sushi Masa terbilang tak lazim untuk restoran Jepang yang tergolong serius, tetapi dengan harga menu cukup terjangkau. Berada di areal Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia. Untuk memasuki areal ini dari Jalan Muara Baru Raya, kita perlu melewati gerbang dan membayar retribusi Rp 1.400.

Setelah memasuki areal tadi, carilah gedung bernomor lima di Jalan Tuna Raya. Nah, sampailah Anda di oase. (Sarie Febriane)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Travel Tips
Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.