Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/05/2014, 11:45 WIB
EditorI Made Asdhiana
WANGI-WANGI, KOMPAS.com - Sebanyak 250 pelajar mahasiswa peserta Forum Pemuda Indonesia (FPI) ketiga jadi Duta Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu disampaikan Presiden FPI Fajar Kurniawan saat memberi sambutan pada pembukaan acara FPI III, di Wangi-wangi, Rabu (21/5/2014).

"Keindahan alam bawah laut Wakatobi dan berbagai tradisi budaya masyarakatnya akan diperkenalkan oleh para duta pariwisata ini ke berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia selama dua tahun ke depan," katanya.

Menurut Fajar, alam bawah laut Wakatobi yang menjadi rumah bagi 750 jenis terumbu karang dan 942 jenis ikan, sangat pantas diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Karena memang alam bawah laut Wakatobi yang terletak di pusat segitiga terumbu karang dunia ini sangat indah dan fantastis.

"Keindahan alam yang merupakan karunia Allah ini, perlu dinikmati oleh masyarakat dunia, terutama para pencita alam bawah laut," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan SDM Kementerian Pemuda dan Olahraga, Imam Gunawan yang membuka kegiatan FPI yang akan berlangsung hingga 24 Mei 2014 itu mengatakan pemuda memiliki andil besar dalam mendorong kemajuan bangsa.

KOMPAS.com/Indra Akuntono Pulau Hoga, Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2013).
"Kita sangat menyadari, kalau para pemuda akan mengambil alih kepemimpinan bangsa ini karena kaum tua pada akhirnya harus meletakkan tongkat estafet kepemimpinan nasional," katanya.

Bupati Wakatobi, Hugua mengatakan Pemerintah Kabupaten Wakatobi selama kurang lebih 10 tahun terakhir tidak membangun fisik seperti gedung atau jembatan tetapi membangun kebudayaan masyarakat.

"Kami pemerintah masyarakat Wakatobi sangat menghargai tradisi budaya masyarakat. Karena itu kami menjadikan tradisi budaya masyarakat sebagai kekuatan membangun Wakatobi," katanya.

Oleh karena itu, tambah Hugua, para peserta FPI ditempatkan di rumah-rumah warga, dengan harapan para peserta dapat belajar memahami budaya masyarakat Wakatobi, terutama dalam memperlakukan tamu-tamu daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Meriahnnya Atraksi Budaya Cap Go Meh Bogor 2023

BERITA FOTO: Meriahnnya Atraksi Budaya Cap Go Meh Bogor 2023

Jalan Jalan
ATF 2023 Sepakat Kolaborasi Perkuat Strategi Pariwisata ASEAN

ATF 2023 Sepakat Kolaborasi Perkuat Strategi Pariwisata ASEAN

Travel Update
BERITA FOTO: Antusias Warga Saksikan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

BERITA FOTO: Antusias Warga Saksikan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Jalan Jalan
4,2 Juta Wisatawan Kunjungi Cirebon Sepanjang 2022

4,2 Juta Wisatawan Kunjungi Cirebon Sepanjang 2022

Travel Update
Malioboro Bisa Dikunjungi hingga 10.000 Wisatawan Per Hari

Malioboro Bisa Dikunjungi hingga 10.000 Wisatawan Per Hari

Travel Update
Catat, Kereta Baturraden Ekspres Beri Tarif Khusus mulai 6 Februari

Catat, Kereta Baturraden Ekspres Beri Tarif Khusus mulai 6 Februari

Travel Update
Dipakai Sandiaga dan Delegasi ATF 2023, Ini Makna Motif Batik Pinus

Dipakai Sandiaga dan Delegasi ATF 2023, Ini Makna Motif Batik Pinus

Travel Update
Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Travel Update
Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Jalan Jalan
Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Jalan Jalan
4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

Jalan Jalan
Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Travel Update
Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Travel Update
Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+