Algarve, Blasteran Eropa-Arab

Kompas.com - 26/05/2014, 14:04 WIB
Museum Kota Faro menyimpan sejarah peradaban Algarve, mulai dari zaman purba, kekuasaan Islam, hingga penaklukan Romawi. Tempat ini cukup lengkap memberi informasi tentang Algarve. KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYATMuseum Kota Faro menyimpan sejarah peradaban Algarve, mulai dari zaman purba, kekuasaan Islam, hingga penaklukan Romawi. Tempat ini cukup lengkap memberi informasi tentang Algarve.
EditorI Made Asdhiana
MENJELAJAHI Algarve, Portugal selatan, bagai menikmati wajah lain dari Eropa. Iklimnya hangat ketika tempat-tempat lain di Eropa masih basah. Minggu kedua Mei lalu, kota Muenchen, Jerman, diguyur hujan lebat, sementara Algarve cerah dengan suhu rata-rata 25-30 derajat celsius.

Algarve berasal dari nama Arab, yakni Al-Gharb, yang berarti barat. Kawasan ini menawarkan pengalaman menarik. Bukan hanya cuacanya, melainkan juga desain bangunan, nama-nama tempat, kekayaan kuliner, dan keindahan alamnya. Tidak heran, banyak warga Eropa melewatkan liburan musim panas ke Algarve.

Kompas bertualang ke kawasan eksotik ini dengan mobil terbaru BMW tipe The New M3 dan M4. Keindahan alam Algarve berpadu dengan keramahan yang ditunjukkan Paula (40) di sebuah rumah makan di tepi Sungai Guardiona, Aletenjo, kawasan yang berdekatan dengan Spanyol.

Ketika itu, para tamu menikmati makanan yang disajikan Paula. Mereka membicarakan sebuah bangunan kokoh ke seberang sungai, yakni Benteng Mertola. Benteng ini berdekatan dengan Gereja Ibu (Igreja Matriz dalam bahasa Portugal). Bangunan itu didirikan ketika Kesultanan Almohad berkuasa antara abad ke-12 dan abad ke-13.

Dari jendela (orang Portugal menyebut janela), terlihat hamparan luas padang rumput yang menjadi latar depan. Tidak jauh dari tempat Paula, sekumpulan burung elang sesekali terbang rendah. Kawanan burung itu membuat sarang dari semak dan rumput kering di bangunan dan pepohonan.

Aletenjo cocok bagi pengunjung yang ingin melihat keragaman burung sebelum migrasi ke tempat lain. Burung-burung itu dari spesies elang, bangau, kuntul, dan burung puyuh.

Museum

Tidak lengkap perjalanan Anda di Algarve jika tidak mampir ke Museum Kota Faro. Museum ini menyimpan cerita runtut sebelum abad ke-8, periode pengaruh Islam, masuknya kekuasaan Romawi, hingga sekarang. Rekaman ini tertuang dalam beberapa peninggalan, seperti manuskrip, lampu, bangunan, hingga lukisan.

Bangunan museum kental dengan pengaruh Islam dan Romawi. Atap gedung berupa kubah, begitu pun selasar di dalam gedung dengan bentuk yang sama. Sementara pengaruh Romawi diperlihatkan dengan berdirinya pilar-pilar dengan patung hewan dan manusia di puncaknya.

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT Kafe banyak tersedia di kawasan wisata Algarve, Portugal. Portugal kaya akan sajian kuliner beraroma rempah dan minuman olahan dari anggur.
Di kota ini pula berdiri bangunan menarik yang dibuat setelah abad ke-13. Salah satu yang favorit dikunjungi wisatawan adalah Gereja Katedral Faro. Pintu gerbang gereja ini dibuat megah oleh arsitek Italia bernama Fransisco Xavier Fabrisob. Gerbang gereja dibangun dari susunan batu bata melengkung membentuk setengah lingkaran.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X