Kompas.com - 04/06/2014, 08:55 WIB
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Pahlevi mengatakan pihaknya terus membenahi berbagai infrastruktur dan meningkatkan pelayanan menyusul penetapan provinsi itu sebagai destinasi wisata syariah di Indonesia.

"Yang jelas Aceh merupakan salah satu dari 11 provinsi yang ditetapkan sebagai destinasi wisata syariah," kata Reza saat dihubungi melalui telepon selulernya dari Banda Aceh, Selasa (3/6/2014).

Menurut Reza, pihaknya tidak tahu kenapa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam pembukaan Konferensi Internasional Wisata Syariah di Jakarta, Senin (2/6/2014), hanya menyebutkan sembilan daerah destinasi wisata syariah di Indonesia, tidak termasuk Aceh di dalamnya.

"Saya sendiri ikut menghadiri Konferensi Internasional Wisata Syariah di Jakarta yang dihadiri peserta dari negara-negara anggota OKI," katanya.

Reza menjelaskan Aceh merupakan salah satu provinsi yang diberi keleluasan oleh Pemerintah Pusat untuk menjalankan Syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) melalui Undang Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA).

"Artinya, Aceh merupakan salah satu daerah ideal dan cukup mendukung untuk tujuan wisata syariah. Hanya saja soal pelayanan yang memang harus kami tingkatkan," katanya.

"Berbagai infrastruktur, misalnya mushala atau masjid-masjid mudah dijumpai para turis yang sedang menikmati liburan (wisata) di berbagai tempat di provinsi mayoritas penduduknya adalah Muslim," ujarnya.

Hotel-hotel atau penginapan serta restoran di Aceh, lanjut Reza, tetap melaksanakan aturan syariah yang juga berlaku umum ditempat-tempat keramaian di seluruh daerah di provinsi ini.

Dia mencontohkan lokasi-lokasi wisata, baik itu di pantai maupun hotel-hotel di daerahnya selalu dilengkapi dengan mushalla.

"Artinya, masyarakat Aceh siap menyambut kunjungan wisatawan khususnya wisatawan Muslim. Saat ini saja, banyak wisatawan terutama Muslim asal Malaysia dan Thailand berwisata ke Aceh," katanya.

Nuansa Islami yang cukup kental di Aceh, menurut Reza, dapat dijumpai saat-saat bulan puasa Ramadhan. "Karenanya banyak wisatawan Muslim yang sengaja datang ke Aceh pada Ramadhan. Mereka ingin menikmati suasana puasa di Aceh yang berbeda dengan di daerahnya," tambah Reza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.