Kompas.com - 05/06/2014, 08:44 WIB
Suasana sejuk dengan dikelilingi kebun teh menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berwisata kuliner di Ndoro Donker, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/5/2014). KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASASuasana sejuk dengan dikelilingi kebun teh menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berwisata kuliner di Ndoro Donker, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/5/2014).
EditorI Made Asdhiana
MENIKMATI hangatnya teh sambil memandang liukan punggung Gunung Lawu, ah.... Itulah sensasi rasa dan mata saat ”ngeteh” di Rumah Teh Ndoro Donker di kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Hamparan hijau tanaman teh memuaskan mata para tamu. Kesejukan udara pegunungan melengkapi aroma teh yang memenuhi udara. Pengunjung kebanyakan datang dari kota-kota sekitar, seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang.

Pengunjung bisa memilih duduk di dalam rumah bergaya kolonial yang dindingnya berhias foto-foto hitam putih hasil reproduksi. Foto-foto itu bergambar suasana zaman kolonial, seperti sudut-sudut kota, suasana pasar, dan penjual makanan tempo dulu di Kota Solo dan Jakarta.

Sebagian besar pengunjung tampak lebih menyukai duduk di ruang terbuka yang terdapat di samping atau belakang bangunan karena langsung menghadap kebun teh. Meja-meja bundar dengan payung di atasnya yang bersisian dengan kebun teh menjadi favorit pengunjung.

Suguhan utama Rumah Teh Ndoro Donker tentu saja aneka teh yang sebagian hasil olahan sendiri, seperti Donker Black Tea dan Green Tea. Namun, ada pula suguhan teh impor, seperti white tea atau teh putih dan teh aneka rasa, seperti camomile, earl grey, lavender, osmanthus, teh aroma mint, lemon, dan jeruk. Pengunjung bisa memilih teh disajikan dengan poci atau per cangkir.

Pilihan kami saat itu adalah super premium white tea. Pucuk daun termuda yang menggulung tampak berendam dengan tenang di dalam saringan poci. Warna semburat coklat tidak segera terlihat meski daun teh telah tercelup sekian lama di air yang cukup panas. Rasa pahit dan sepet teh sangat samar dengan kesegaran yang tertinggal begitu kita selesai menghirupnya.

Teh putih yang dulu hanya dikonsumsi keluarga kaisar di Tiongkok dipilihkan dari kuncup daun teh yang dilindungi dari sinar matahari dan dipetik sebelum matahari terbit agar klorofil tidak terbentuk. Minimnya proses oksidasi pada daun teh menyebabkan tingginya kandungan zat katekin yang berkhasiat sebagai antioksidan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Rumah Teh Ndoro Donker di kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Harga sepoci white tea Rp 45.000. Jika tertarik membawanya pulang, tersedia dalam kemasan kaleng seberat 75 gram yang bisa kita tebus dengan harga Rp 850.000 karena harga per kilogram mencapai Rp 10 juta.

Disediakan gula pasir dan potongan gula jawa untuk mengakomodasi kebiasaan orang Indonesia minum teh dengan tambahan gula. Namun dengan cita rasa pilihan yang dijanjikan, kita bisa menguji rasa teh tanpa bantuan gula.

Ketela dan ubi

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jalan Jalan
Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Travel Update
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

Jalan Jalan
Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Jalan Jalan
Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Travel Update
Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Travel Update
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

Jalan Jalan
Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.