Kompas.com - 08/06/2014, 21:19 WIB
EditorI Made Asdhiana
EINDHOVEN, KOMPAS.com - Untuk ketiga kalinya Angklung Eindhoven sukses melakukan sebuah konser yang bertajuk “Angklung Eindhoven Goes To Cinema” pada Jumat (6/6/2014) malam. Konser yang tiap tahunnya dilaksanakan di Muziekgebouw Eindhoven ini cukup banyak menyita perhatian penonton yang terdiri dari berbagai kalangan.

Angklung Eindhoven (http://www.angklungeindhoven.com/) sendiri, merupakan sebuah “ensemble” angklung yang didirikan pada September 2010. Grup yang saat ini mempunyai 25 anggota aktif ini, merupakan para mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Indonesia dan sedang menempuh pendidikan di negara Belanda tepatnya di Technical University of Eindhoven dan sekolah tinggi Fontys (Fontys Hogeschool).

ROLF JANSSEN Arundo Kwintet membuka konser dengan menampilkan theme song dari film 'Mission Impossible'.
Angklung Eindhoven sebagai organisasi non-profit, yang mempunyai misi untuk memperkenalkan musik tradisional angklung kepada masyarakat di Belanda dan Eropa ini dapat dikatakan cukup memiliki reputasi yang baik. Salah satunya pada tanggal 1 Februari 2014 lalu, Angklung Eindhoven telah berkolaborasi dengan Nederlands Blazers Ensemble dalam suatu acara konser yang dipersembahkan bagi Ratu Beatrix, dan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV Belanda.

Brian Susilo, selaku ketua konser tahun ini mengatakan “Goes To Cinema” yang pilih sebagai tema konser kali merupakan tampilan dari soundtrack film terkenal dunia. Acara yang dimulai dari pukul 20.15 dan setidaknya dihadiri oleh sekitar 250 orang ini dilaksanakan atas dukungan dari Kedutaan Republik Indonesia yang ada di Belanda.

ROLF JANSSEN Retno LP Marsudi, Duta Besar Kedutaan Republik Indonesia di Belanda memberikan sambutannya pada Konser Angklung Eindhoven, Jumat (6/6/2014).
Theo Bemelmans selaku president Eindhoven studentenstad yang memberi sambutan pembuka mengatakan konser ini adalah sebuah kegiatan yang cukup positif. Begitu pula Retno Marsudi selaku Duta Besar Republik Indonesia di Belanda dalam sambutannya mengharapkan musik yang merupakan komunikasi dan penghubung antara satu dan yang lainnya ini, melalui Angklung Eindhoven dapat menjadikan musik sebagai simbol persahabatan antara Indonesia–Belanda dan tentunya dunia.

Tidak hanya terdiri dari para mahasiswa Indonesia, dalam penampilan konser kali ini, Angklung Eindhoven cukup memberikan warna lain dengan adanya penampilan para mahasiswa perguruan tinggi yang berasal dari negara Bulgaria dan Tiongkok yang juga mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan angklung.

Dengan persiapan kurang lebih selama delapan bulan, konser yang dipandu oleh Arnaud A. Setio dan Dody Soetanto selaku konduktor, Angklung Eindhoven dapat melakukan suatu performa yang baik dan cukup mengesankan.

ROLF JANSSEN Penampilan Angklung Eindhoven dipimpin oleh konduktor Arnaud A Setio.
Kejutan yang ditampilkan oleh Angklung Eindhoven pada konser kali ini pun, dirasa cukup berbeda dari tampilan konser yang sudah-sudah. Jika pada konser sebelumnya Angklung Eindhoven banyak bekerja sama dengan para tenor dan sopraan yang menampilkan musik klasik ataupun “opera style”, namun kali ini Angklung Eindhoven melakukan kolaborasi dengan para musisi yang memainkan alat seperti Flute yang dimainkan oleh Louise Berendsen, dan juga Nick Goudkuil seorang aktor dan juga pemain akordeon yang keduanya berasal dari kota Utrecht.

Selain itu Angklung Eindhoven juga menampilkan Arundo Kwintet, yaitu lima musisi muda yang berasal dari negara Belanda dan bermukim di kota Eindhoven. Para musisi ini, membuka acara konser dengan memainkan alat aboe, klarinet, bass klarinet, basson dan saxophone yang dimainkan oleh Tom Peters, dengan mempersembahkan lagu dari film Mission Imposibble.

WENY A SYIRMAKHRIB Penampilan terakhir Angklung Eindhoven beserta pengisi acara dan mendapatkan standing applause dari para penonton.
Di samping itu lagu-lagu lainnya yang ditampilkan di dalam konser kali ini, cukup membawa para penonton bernostalgia mengingat kembali lagu yang pernah popular dalam sebuah film. Sebut saja Circle of Life yang pernah dibawakan oleh Elton John dalam film The Lion King, Star Wars theme song, Moon River oleh Henry Mancini dalam film Breakfastat Tiffany’s mampu dimainkan secara apik oleh para pemain angklung yang berjumlah 17 orang ini.

Konser yang mampu membuat decak kagum ini, menampilkan The Phantom of the Opera sebagai “main theme song” yang diarranged oleh Dody Soetanto dengan diiringi oleh Nick Goudkul. Tidak berhenti disitu, kejutan lain yang ditampilkan, ketika lagu Ibu Pertiwi berkumandang dan dimainkan bersama oleh seluruh pengisi acara, dan diberikan “standing applause” dari para penonton, yang menandakan konser pun telah usai.

Seperti yang dikatakan oleh Retno Marsudi, ada banyak hal yang baik mengenai musik dan salah satunya adalah Angklung Eindhoven yang dapat memainkan lebih dari sebuah alat musik tradisional. (Detty Janssen, dari Belanda)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.