Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/06/2014, 13:38 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
MAKASSAR, KOMPAS.com - Taman Nasional Bantimurung yang merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dipadati pengunjung. Membeludaknya pengunjung mencapai ribuan orang dari berbagai daerah, karena memanfaatkan waktu libur di hari Minggu menjelang bulan suci Ramadhan.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati air terjun dari bukit dan bersantai ria sambil menyantap makanan yang dibawa dari rumah. Taman Nasional Bantimurung pun dikenal dengan keindahan alamnya yang natural dengan habitat kupu-kupu yang tetap dilestarikan serta terdapat beberapa gua kecil.

KOMPAS.com/Hendra Cipto Taman Nasional Bantimurung disesaki pengunjung jelang bulan suci Ramadhan
Pengunjung yang datang ke tempat ini, rata-rata berendam di beberapa lokasi telaga dengan air pegunungan yang dingin. Di samping itu, mereka banyak berfoto di patung kupu-kupu dan saat berdiri di bawah air terjun.

Di dalam kawasan wisata tersebut, pengelolah Taman Nasional Bantimurung juga menyediakan berbagai permainan seperti Flying Fox dan berbagai permainan anak-anak. Hanya dengan membayar uang parkir kendaraan untuk mobil Rp 2000, motor Rp 1000 serta tiket masuk Rp 20.000 per kepala, pengunjung bisa menikmati santai bersama keluarga.

KOMPAS.com/Hendra Cipto Pengunjung Taman Nasional Bantimurung bisa juga menikmati permainan lain termasuk Flying Fox.
"Saya dari Kota Makassar, menempuh jarak ke Bantimurung sekitar 40 kilometer hanya untuk berekreasi. Saya bawa seluruh keluarga, apalagi anakku yang SD baru selesai ujian kenaikan kelas. Apalagi, sudah mau memasuki bulan suci Ramadhan," kata salah seorang pengunjung, Arwin (42) warga Kompleks Alya Regency, Makassar ini saat ditemui, Minggu (8/6/2014).

Bukan hanya pengunjung dari Sulsel saja, melainkan wisatawan berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara juga memenuhi TN Bantimurung. Pokoknya, dijamin puas menikmati liburan dan melepas stres dari aktivitas sehari-hari dengan nuansa alam. Selepas mandi di telaga dingin dan air terjun Bantimurung, pengungjung bisa bisa berbelanja di luar area taman nasional tersebut.

KOMPAS.com/Hendra Cipto Pengunjung Taman Nasional Bantimurung berseluncur ban mengikuti arus air terjun.
Para pedagang menjajakan pernak-pernik kerajinan tangan masyarakat setempat. Termasuk hiasan dinding kupu-kupu yang telah diawetkan. Ada pun harga pernak-pernik seperti gantungan kunci dengan hiasan kupu-kupu, kalung kupu-kupu bisa diperoleh dengan harga terjangkau. Demikian pula hiasan dinding berbagai ukuran dan berbagai jenis kupu-kupu di dalamnya dijual seharga mulai Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+