Kompas.com - 11/06/2014, 12:16 WIB
EditorI Made Asdhiana

Jangan khawatir kelaparan di kawasan pegunungan ini. Warung-warung sederhana yang menyajikan makanan tradisional dan mi instan bertebaran hampir di setiap area air terjun.

Oh ya, pencinta wisata alam juga bisa mengunjungi Curug Seribu yang memiliki tinggi air terjun 111 meter. Air terjun ini harus dijangkau melalui jalan setapak sejauh 500 meter, dengan kondisi jalan menanjak dan menurun.

Air panas

Puas dengan segarnya air pegunungan, Anda bisa mencoba berendam air panas yang masih berada di kawasan taman nasional ini. Kolam air panas ini dijangkau melalui anak-anak tangga yang menurun jauh ke lembah sungai, sejauh lebih dari 200 meter.

Namun, jangan ragu untuk menjangkau kolam pemandian air panas ini karena pemandangan sekitarnya tak kalah menggoda berupa aliran Cikuluwung yang cukup lebar dengan dipenuhi bebatuan besar. Jika hujan deras, aliran Cikuluwung ini biasanya sangat deras sehingga pengunjung dilarang berendam di dalamnya. Di bibir sungai itu banyak berdiri warung sederhana yang dapat disinggahi untuk makan dan minum sambil menikmati keindahan alam bantaran.

Kolam air panas yang disediakan ada dua. Satu kolam untuk anak-anak. Satu koman untuk dewasa. Kolam air panas ini lebih cocok untuk pengobatan kulit karena airnya keruh oleh larutan belerang sehingga kurang nyaman jika untuk bersenang-senang.

Tarif tiket masuk TNHS cukup murah, yaitu Rp 2.500 per orang dan Rp 6.000 per mobil. Namun, petugas di loket taman nasional ini kerap tidak memberikan tiket tersebut. Karena itu, jangan ragu untuk memintanya. Apalagi, di tiket itu termuat informasi letak setiap air terjun.

Selain tiket masuk taman nasional, setiap pengunjung juga harus membayar tarif masuk ke setiap air terjun Rp 5.000 per orang. Namun, lagi-lagi petugas yang berjaga tak memberikan tiket masuk.

Meskipun pelayanan pengelola tempat wisata agak mengecewakan, keindahan alam yang disajikan sangat mengagumkan. Terlebih, lokasinya tidak jauh dari Jakarta dan tidak harus melalui pusat kemacetan jalur Puncak, selain juga sudah memperoleh suguhan alam yang menyejukkan. (MDN/BRO/RTS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.