Restoran Ini Hadirkan Menu Tradisional Setiap Jumat

Kompas.com - 16/06/2014, 08:48 WIB
Nasi kuning, menjadi salah satu makanan tradisi yang disediakan di Mezzanine Restaurant setiap Jumat KOMPAS.com/SRI NOVIYANTINasi kuning, menjadi salah satu makanan tradisi yang disediakan di Mezzanine Restaurant setiap Jumat
|
EditorI Made Asdhiana

GADING SERPONG, KOMPAS.com – Pemandangan berbeda hadir di Mezzanine Restaurant, Atria Residence setiap Jumat pagi, pasalnya saat waktu sarapan tiba siapa pun akan menemukan menu-menu tradisional Indonesia bahkan yang sudah sulit ditemui.

Adalah Gatot Susanto, Executive Chef Atria Residence yang menggagas ide ini. “Bisa lihat sendiri, mulai dari camilan hingga makanan berat khas Indonesia bisa ditemui di sini. Untuk minggu ini bahkan kami sengaja menyediakan menu camilan yang sudah susah ada di pasaran,” ungkapnya.

Dengan sedikit bergegas, Gatot berjalan ke meja-meja panjang, bagian di mana berbagai macam camilan jajanan pasar disediakan, ia tak sabar memamerkannya. “Minggu ini kami membuat makanan kecil khas Indonesia yang kebetulan dibuat oleh para ibu rumah tangga di zaman penjajahan,” jelasnya.

Beberapa diantaranya masih terasa familiar, seperti colenak, semar mendem dan mata roda. Tetapi tidak dengan dua menu lainnya. “Ada 'granat muncrat', 'mondo royal' dan juga 'singkong si engkong',” sambung Gatot kembali.

Granat Muncrat dalah sebutan untuk salah satu camilan dengan bentuk bulat dan tempelan wijen, sekilas mirip dengan onde-onde yang bisa dijajakan oleh pedagang tetapi ternyata makanan ini adalah camilan yang dibuat dengan bahan dasar singkong. Adonan diisi dengan gula merah. “Ada sensasi saat menikmatinya, sekali gigit akan ada yang muncrat di dalam mulut ha-ha,” ujar Gatot penuh ekspresi.

Sedang mondo royal adalah tape yang dibalut dengan tepung dan digoreng. Kalau saya, jujur saja sangat penasaran dengan singkong si engkong, warnanya sangat menarik. “Ini campuran singkong dengan gula aren, harus gula aren. Rasanya manis sekali,” jelas Gatot.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Singkong Si Engkong, jajanan pasar berbahan dasar singkong dengan gula aren disediakan di Mezzanine Restaurant, Atria Residence

Menu lainnya, masih ada kue pusing yang mirip seperti crepes. Kalau bukan di sini, rasanya hanya bisa ditemui di Sekolah Dasar.

Untuk makanan utama, tersedia nasi goreng dan mi goreng yang juga masih menjadi sajian favorit pengunjung. Untuk yang lebih tradisi lagi, disediakan lontong sayur, nasi kuning, nasi liwet, gado-gado dan banyak lagi. “Menu-menu ini nantinya akan terus berganti. Jadi tunggu saja,” ungkap Gatot membuat penasaran.

Beberapa menu tradisional ini disediakan dengan konsep open kitchen. Misalnya saja, untuk gado-gado juga nasi goreng dan mi goreng. “Biar pengunjung bisa lihat cara mengolah dan memasaknya, ada standar yang kami pakai, lihat yang memasak harus pakai masker. Jadi tamu tahu memasaknya bersih,” tukasnya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Gado-gado dengan konsep dapur terbuka disediakan di Mezzanine Restaurant, Atria Residence Tiap Jumat

Dilihat dari animo pengunjung, rupanya gagasan Gatot untuk menyediakan makanan tradisional tiap Jumat cukup mendapat hati. “Komentar pengunjung baik sekali. Perhatikan saja, banyak yang penasaran dan mau coba menu-menunya. Suatu hari saya pernah sediakan gemblong dan ternyata laku sekali. Tamu yang sudah pernah coba sarapan Jumat pasti menunggu-nunggu tiap Jumat depannya lagi, aka ada apa ya nanti,” paparnya.

Antusias pengunjung memang bermacam-macam. Gatot sempat mengisahkan, pernah pada suatu waktu tamu yang menginap di Atria Residence sampai tambah satu hari lagi untuk mencicipi Jumat Tradisional ini. Jelas saja, kayanya makanan tradisi nusantara tak mungkin membuat Gatot habis akal untuk menyediakan berbagai macam makanan. “Kuliner nusantara kita kaya, jadi saya tak khawatir untuk mengganti-ganti menu tiap Jumatnya untuk menghindari bosan,” tuturnya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Gatot Susanto, Executive Chef Atria Residence

Untuk tamu asing, ternyata masih ada toleransi. Ada salah satu corner yang diisi dengan roti, kalau-kalau mereka tak berani mencoba menu-menu tradisional Indonesia. “Tapi tentu saja, saya biasanya menawarkan mereka, banyak dari mereka yang ternyata juga suka,” tambahnya.

Tentu saja, gagasan ini tak lepas dari dukungan manajemen. Gatot merasa senang mendapat kepercayaan untuk bereksplorasi di sini. “Tentunya kami sangat mendukung, syukurlah sejak tiga bulan gagasan ini dijalankan dilihat dari animo pengunjung dan komentar kebanyakan yang sempat cicip sarapan tiap Jumatnya selalu baik ya sudah kita teruskan. Belum ada kan yang seperti ini di Tangerang? Walaupun menu-menu ini termasuk tak asing di telinga tapi mungkin sudah jarang ditemukan. Bisa dibilang ini terobosan baru, membuat sesuatu yang berbeda. Kalau normal breakfast, tamu paling cicip-cicip biasa, tapi bisa dilihat tiap Jumat mereka bisa menambah berapa kali,” jelas Evriansyah, Executive Assistant Manager Atria Residence sekaligus menutup obrolan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X