Cirebon Kurang Perhatikan Bangunan Cagar Budaya

Kompas.com - 16/06/2014, 20:08 WIB
Warga melintas di depan Masjid Kasepuhan Cirebon, Rabu (6/7/2011). Masjid bersejarah ini dibangun seiring dengan didirikannya Keraton Kasepuhan Cirebon tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II yang merupakan cicit Sunan Gunung Jati. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga melintas di depan Masjid Kasepuhan Cirebon, Rabu (6/7/2011). Masjid bersejarah ini dibangun seiring dengan didirikannya Keraton Kasepuhan Cirebon tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II yang merupakan cicit Sunan Gunung Jati.
EditorI Made Asdhiana
CIREBON, KOMPAS — Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai kurang memperhatikan keberadaan cagar budaya di kota tersebut. Sejumlah bangunan cagar budaya kini kondisinya kurang terawat dan dibiarkan begitu saja.

”Bangunan-bangunan lama tidak dikelola dengan baik menjadi daya tarik wisata Kota Cirebon. Padahal, di kota ini banyak sekali bangunan peninggalan bersejarah,” ungkap Sofyan Hasan, Penasihat Ikatan Motor Antik dan Onthelis Kota Cirebon, Minggu (15/6/2014), di Cirebon.

Setiap akhir pekan, ratusan anggota komunitasnya berkumpul di halaman atau depan bangunan-bangunan cagar budaya di Kota Cirebon. Mereka mengadakan berbagai kegiatan untuk menarik minat wisatawan mengunjungi bangunan-bangunan tua itu. Salah satunya ialah bangunan bekas pabrik rokok BAT di Jalan Psuketan, yang kini dibeli oleh Sampoerna.

”Bangunan eks Korem yang dulu adalah Villa Karang Anom, kini menjadi pusat perbelanjaan di Karang Getas. Bangunannya dihancurkan begitu saja,” kata Sofyan, yang ditemui saat acara Cirebon Expo 2014, di pusat Kota Cirebon, Minggu. Kegiatan itu diadakan selama tiga hari, 13-15 Juni 2014.

Sofyan mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan keraton-keraton di Cirebon diperlukan untuk merawat dan mendayagunakan bangunan-bangunan cagar budaya kota itu. Sayangnya, selama ini ia melihat belum ada keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk bekerja sama untuk mengelola bangunan-bangunan cagar budaya.

Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Arimbi mengatakan, selama ini memang komunikasi yang terjalin antara keraton dengan Pemerintah Kota Cirebon kurang baik.

”Tidak hanya bangunan cagar budaya, keraton juga memiliki warisan kuliner, batik, dan aneka kesenian yang seharusnya bisa di eksplorasi. Namun, sejauh ini belum ada komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kota Cirebon,” katanya. (REK)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X