Kompas.com - 17/06/2014, 11:58 WIB
Pasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day. KOMPAS IMAGES / FIKRI HIDAYATPasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day.
EditorI Made Asdhiana
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kian menggalakkan wisata susur sungai Kota Banjarmasin dan sekitarnya guna memperluas posisi ibu kota provinsi tersebut sebagai lokasi wisata air.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Mohandes kepada pers di sela-sela peresmian pusat kuliner di Jalan Pos Banjarmasin, Senin (16/6/2014), menyebutkan wisata susur sungai tersebut selain menyusuri sungai di Banjarmasin juga diarahkan ke sungai lainnya di luar Kota bahkan hingga ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Wisata susur sungai tersebut dengan memanfaatkan kapal-kapal sungai yang dimodifikasi menjadi kapal wisata menyusuri Sungai Martapura dan Barito serta anak-anak sungai yang di wilayah Banjarmasin mencapai 105 sungai.

Hanya saja Mohandes menyayangkan di Banjarmasin terdapat bangunan jembatan yang cukup rendah hingga menyulitkan lalu-lalang kapal wisata air tersebut. "Lihat saja Jembatan Merdeka dan Jembatan Dewi, kondisinya cukup rendah hingga kalau air pasang maka (bawah) jembatan tersebut akan sulit dilalui kapal wisata," kata Mohandes seraya menunjuk dua jembatan tersebut yang lokasinya tidak jauh dari peresmian pusat kuliner tersebut.

Oleh karena itu dia menyarankan bagaimana kondisi jembatan tersebut nantinya bisa ditinggikan dari kondisi sekarang agar memudahkan pengembangan wisata air tersebut.

KOMPAS/JUMARTO YULIANUS Kelotok di Sungai Martapura.
Menurut Mohandes, kelebihan kota Banjarmasin adalah banyaknya sungai alam bukan sungai buatan yang relatif memiliki pemandangan indah di kalangan wisatawan untuk menyusurinya, apalagi di kiri kanan sungai terdapat pemukiman penduduk dengan aneka budaya khas setempat, seperti rumah lanting, warung terapung, industri terapung, dan budaya lainnya.

Rute yang dijual dalam wisata susur sungai tersebut tentu merupakan obyek andalan setempat, seperti pasar terapung, pusat perdagangan Banjarmasin, wisata kuliner soto banjar, Pulau Kembang dengan ratusan ekor kera jinak, Masjid Sultan Suriansyah, makam Ulama Basirih, Masjid Raya Sabilah Muhtadin, Siring Sungai, dan Museum Wasaka serta beberapa obyek lagi.

"Wisata susur sungai tersebut pun akan dikemas sedemikian rupa ke arah pusat cenderamata seperti Kampung Sasirangan yang akan diladeni oleh pemandu wisata yang berpengalaman yang bisa memberikan penjelasan mengenai kondisi kota serta aneka budayanya," tambah Mohandes.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.