Kompas.com - 17/06/2014, 14:08 WIB
Festival Tempo Doloe diselenggarakan di Millenium Hotel, 16 - 22 Juni 2014 dengan beragam jenis kuliner asimilasi 'Indo-Belanda' lebih dari 30 jenis hidangan setiap harinya KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIFestival Tempo Doloe diselenggarakan di Millenium Hotel, 16 - 22 Juni 2014 dengan beragam jenis kuliner asimilasi 'Indo-Belanda' lebih dari 30 jenis hidangan setiap harinya
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Sambut ulang tahun ke-487 Kota Jakarta, Hotel Millenium menggelar 'Festival Tempoe Doloe'. Festival kuliner ini merupakan festival tahunan yang diselenggarakan selama tujuh hari penuh, kali ini acara diselenggarakan terhitung mulai 16 Juni hingga 22 Juni 2014. 

"Tahun ini, hidangan  yang disajikan lebih berorientasi pada hidangan hasil asimilasi 'indo-belanda' ditambah beberapa hidangan betawi yang hingga saat ini masih menjadi favorit," ujar Mudita Batubara, Director of Sales & Marketing saat konferensi pers, Senin (16/6/2014).

Jaka Lestari selaku Executive Sous Chef Hotel Millenium Sirih Jakarta mengatakan alasan mengapa tema ini diangkat. "Kita semua tahu 3,5 abad zaman penjajahan kolonial Belanda sedikit banyak mempengaruhi kekayaan kuliner kita yang akhirnya menjadi warisan turun-temurun. Hal tersebutlah yang perlu kita ingat. Dengan festival ini kami akan menyajikan lebih dari 30 macam variasi hidangan setiap harinya dan tentu saja akan membawa anda bernostalgia ke dalam memori kuliner Jakarta masa lampau dengan cita rasa orisinal sekaligus memperkenalkan dan melestarikan kuliner tradisi," ungkap Jaka.

Beberapa menu khas yang akan disajikan merupakan sajian lengkap mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup. Menu untuk hidangan pembuka di antaranya, Salad Belanda (Huzarrensla), holland Kroket dan Bitter Ballen. Selain itu untuk menu utama, tim kuliner Hotel Millenium akan menyajikan aneka hidangan khas Belanda, seperti Smoor atau yang lebih dikenal dengan sebutan Semur, beef steak dan tentu saja sajian khas Jakarta, seperti soto betawi, rujak juhi dan gabus pucung. Sedangkan untuk camilan, tersedia poffertjes, es selendang mayang, kue pancong, kue rangi dan banyak lagi.

Menyemarakkan festival ini, Cafe Sirih, tempat di mana festival ini berlangsung disulap memiliki nuansa Jakarta tempo dulu dengan berbagai ornamen klasik. "Kami  memperkuat nuansa tempo dulu dengan berbagai ornamen khas Jakarta di masa lalu seperti becak mini, ondel-ondel serta gambar-gambar dari berbagai gedung bersejarah yang kami tempatkan di berbagai penjuru kafe," jelas Nadya Frederica, Marketing Communications Manager Hotel Millenium Sirih Jakarta.

Harga untuk menikmati aneka hidangan ini ialah Rp 165.000++ untuk makan siang dan Rp 180.000++ untuk makan malam dengan target pengunjung ialah 70 persen domestik dan selebihnya ialah tamu asing dari berbagai negara agar lebih mengenal kuliner tradisi Indonesia khususnya Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X