Kompas.com - 19/06/2014, 11:38 WIB
Tarian perang, felabhe, membuka Festival Danau Sentani V di Khalkote Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/6/2012). Tarian itu diikuti 500 orang dari 24 kampung KOMPAS/ADI SUCIPTOTarian perang, felabhe, membuka Festival Danau Sentani V di Khalkote Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/6/2012). Tarian itu diikuti 500 orang dari 24 kampung
EditorI Made Asdhiana
JAYAPURA, KOMPAS.com - Ribuan warga masyarakat yang datang dari berbagai kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya memadati lokasi bibir pantai Khalkote tempat pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) 19-23 Juni 2014.

Warga pada umumnya berdatangan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua dan empat. Ada juga yang menggunakan angkutaan umum kemudian melanjutkan dengan jasa ojek ke lokasi tersebut yang terletak di Distrik Sentani Timur.

Pantauan Antara Jayapura di Sentani, Kamis (19/6/2014) pagi, penari yang akan memeriahkan pembukaan FDS telah siap. Puluhan stan pameran dan berbagai warung yang menyediakan kuliner khas setempat tertata rapi.

Tak sedikit para pengunjung yang datang untuk melihat FDS mencicipi makanan khas seperti papeda bungkus dengan lauk ikan gabus goreng yang dijajakan oleh penjual "mama-mama Sentani" di sepanjang jalan masuk ke areal tersebut.

Pembukaan FDS VII tahun ini akan dihadiri oleh sejumlah menteri yakni Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu serta Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo.

Dalam pembukaan FDS tersebut, panitia telah menyiapkan sejumlah pergelaran dan aksi melukis di atas kulit kayu sepanjang 100 meter. Termasuk membuat gerabah terbesar dari tanah liat sebagai tempat mengolah tepung sagu menjadi papeda. Panitia mengklaim kedua acara tersebut akan memecahkan rekor MURI.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Lukisan kayu kulit di Pulau Asei, Danau Sentani, Jayapura.
Lalu, tari-tarian di atas perahu disebut Isosolo yang biasa diperagakan oleh penari-penari dari berbagai kampung di pesisir Danau Sentani sejak FDS pertama dilakukan pada tujuh tahun lalu tetap ada. "Ada sejumlah pergelaran di hari pertama FDS, seperti melukis di atas kulit kayu, membuat gerabah terbesar, tarian Isosolo dan menyelam sambil merokok akan diperagakan," kata Hana Hikoyabi, salah seorang panitia FDS.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menyampaikan dalam pembukaan FDS direncanakan akan dihadiri oleh empat duta besar negara sahabat di antaranya Dubes India dan Palestina. "Kami akan melakukan pengamanan yang disesuaikan dengan acara FDS. Jumlah personel kurang lebih 600 orang yang akan disebar mulai dari lokasi FDS, Bandara Sentani dan penginapan para tamu undangan," kata Tito.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jalan Jalan
9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

Travel Tips
Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Travel Update
Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Jalan Jalan
Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Jalan Jalan
Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Travel Update
Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Jalan Jalan
Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Jalan Jalan
9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

Jalan Jalan
Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Travel Update
4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

Travel Update
Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Travel Update
Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Jalan Jalan
Pacuan Kuda di Bima Bakal Jadi Acara Nasional, Ini Persiapannya

Pacuan Kuda di Bima Bakal Jadi Acara Nasional, Ini Persiapannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X