Kompas.com - 21/06/2014, 17:05 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak banyak yang tahu, teh sebagai minuman yang digemari banyak orang di dunia telah membangun budayanya sendiri. Dari dalam cangkir-cangkir teh yang berhasil diseduh selalu menyimpan historis, membuat teh tak hanya menjadi sekadar minuman karena di dalamnya, terkumpul narasi dan sejarah yang ikut mengiringi peradaban sebuah bangsa.

Kalau Jepang memiliki tata cara untuk menikmati minuman yang satu ini, berbeda dengan Indonesia, di sini tata cara menikmati teh belum ada aturan seragam yang seperti itu hanya saja cara menyeduhnya di tiap daerah bisa saja berbeda-beda.

Satu fakta lagi soal teh di Indonesia, keberadaannya di Indonesia menjadi cukup penting karena saat ini, Indonesia menjadi negara penghasil teh nomor empat di dunia. Mengapresiasi hal tersebut maka diselenggarakan festival teh dengan tajuk ‘Nusantara International Tea Festival' di Kota Tua Jakarta hasil kerja sama komunitas Lingkar Teh Indonesia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai 19 hingga 22 Juni 2014.

Di hari-hari tersebut, anda dapat menikmati berbagai jenis tradisi minum teh dan mengenal jenis-jenis teh dari Indonesia maupun manca negara, di antaranya teh yang berasal dari India, yakni Nilgiri Tea, Jepang dengan Siang Ming Tea, lalu untuk peserta lokal Tong Tji, Kepodang, Arafa Tea, Pagilarang, Sariwangi, Banten Tea, Teh 63, dan Amaran Tea.

Untuk Indonesia sendiri, nyatanya sudah ada budaya di tiap daerahnya. “Kalau bicara budaya minum teh, rasanya Indonesia tak kalah menarik. Tahu kan, di Tegal sana sudah tercipta tradisi turun-menurun menikmati teh. Teh di sana diseduh dengan air panas dalam poci yang ditambahkan gula batu. Gula tak boleh diaduk, dinikmati panas-panas dengan wangi bunga melati yang kuat dan warna teh yang sedikit hitam hingga terasa kental. Istilahnya wasgitel yaitu wangi, sepet, legi dan kentel (wangi, sepet, manis dan kental),” ujar Eva Nainggolan, Public Relation dari Teh Enam Tiga, Jumat (20/6/2014). Teh Enam Tiga merupakan salah satu teh lokal yang ikut menyemarakkan festival ini.

Begitu juga dengan Padang, ada budaya menyeduh teh yang unik di sana menurutnya. “Kita kenal dengan teh talua, yaitu teh yang diseduh dan ditambahkan telur mentah. Nikmat sekali, soal budaya, cita rasa teh, hingga kualitas Indonesia tak pernah kalah.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Teh dari Bunga Krisan dalam 'Nusantara International Tea Festival'

Sebenarnya, walaupun Indonesia dikenal sebagai penghasil teh yang cukup dipandang di dunia, tak serta merta membuat budaya minum teh di Indonesia konsisten terbangun dan cenderung belum peka. “Sayang sekali, masih banyak produsen teh Indonesia mengirimkan produk berkualitasnya ke negara-negara lain, pucuk dijual dengan harga mahal, dikirim ke negara lain. Di sana merk diganti-ganti. Sedang untuk orang Indonesia hanya kebagian teh dari batangnya, terang saja kualitasnya tak sama. Tapi begitulah, belum banyak penikmat teh yang peka di sini,” tambahnya lagi.

Kegelisahan itu pula ternyata yang menjadi fondasi diselenggarakan festival ini, hal tersebut diutarakan oleh Sylviana Murni, inisiator acara sekaligus Deputi Gubernur Pemprov DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. “Dengan adanya festival ini, kami ingin mendorong budaya minum teh di Indonesia sekaligus mendorong Kota Tua Jakarta menjadi pusat kegiatan kebudayaan di Jakarta,” ungkapnya.

Hingga tanggal 22 Juni 2014, anda tak hanya dapat mengenal lebih dalam budaya teh saja, karena di kawasan itu juga sedang diselenggarakan Kota Tua Creative Festival (KTCF). Di mana pengunjung juga dapat menikmati pameran seni kontemporer, arsitektur, instalasi dan fotografi yang diselenggarakan di beberapa gedung bersejarah di seputar Taman Fatahillah, di antaranya adalah Gedung Tjipta Niaga, Gedung Kerta Niaga, Gedung Samudera dan Stasiun Kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Travel Update
12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Travel Tips
10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

Jalan Jalan
Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Travel Update
4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

Jalan Jalan
Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Travel Update
7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary
10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

Jalan Jalan
Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Travel Update
Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Travel Update
Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Travel Update
Longsor Bikin Jalan Yogyakarta-Gunungkidul Macet, Coba 5 Wisata di Bantul Ini

Longsor Bikin Jalan Yogyakarta-Gunungkidul Macet, Coba 5 Wisata di Bantul Ini

Jalan Jalan
Pesona Pulau Maitara Ternate, Lokasi Asli di Uang Rp 1.000 Lama

Pesona Pulau Maitara Ternate, Lokasi Asli di Uang Rp 1.000 Lama

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.