Diaspora Berkomitmen Bantu Revitalisasi Kota Tua

Kompas.com - 23/06/2014, 12:11 WIB
Warga beraktivitas di depan Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan wisata kota tua Jakarta, Minggu (27/3/2011). Gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1870 tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972 dan sekarang dijadikan Museum Seni Rupa dan Keramik.  KOMPAS/IWAN SETIYAWANWarga beraktivitas di depan Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan wisata kota tua Jakarta, Minggu (27/3/2011). Gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1870 tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972 dan sekarang dijadikan Museum Seni Rupa dan Keramik.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Diaspora Indonesia berkomitmen membantu Pemerintah DKI Jakarta untuk merevitalisasi kawasan wisata Kota Tua Jakarta yang dinilai berpotensi sebagai obyek wisata, tapi belum dikelola secara maksimal.

"Kita belajar dari wisata Kota Tua Venezia di Italia yang dulu terbengkalai, tapi setelah pemerintah setempat membuat karnaval topeng dan event budaya lainnya, maka Venezia kini menjadi daya tarik bagi turis mancanegara," kata penggagas Kota Tua Creative Festival (KTFC) Daliana Surya Winata dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Menurut Daliana, penyelenggaraan KTCF ini merupakan langkah awal pembangunan Kota Tua Jakarta hingga menjadi seperti Kota Tua Malaka di Malayia atau Kota Tua Venezia di Italia.

Diaspora Indonesia menyelenggarakan KTFC di Taman Fatahillah di kawasan kota tua Jakarta pada Sabtu (21/6/2014), sehubungan dengan peringatan hari ulang tahun ke-487 Kota Jakarta.

"Saya berharap KTCF selanjutnya dapat dilaksanakan setiap tahun sehingga menjadi agenda tahunan Kota Tua Jakarta," kata Daliana.

Sementara itu, Presiden Indonesia Diaspora Network, Mohamad Al Arief, mengatakan revitalisasi Kota Tua Jakarta merupakan bentuk kontribusi Diaspora Indonesia kepada bangsa dan negara.

Menurut dia, pelestarian Kota Tua Jakarta dapat menjadi identitas dan representasi Kota Jakarta tempo dulu.

Senada dengan itu, penggagas Diaspora Indonesia yang juga Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, berharap kawasan Kota Tua Jakarta bisa menyaingi obyek wisata Kota Tua Melaka di Malaysia.

"Kawasan Kota Tua Malaka di Malaysia yang dikelola dengan baik mampu menyedot turis mancanegara hingga 14 juta orang per tahun. Kalau Kota Tua Jakarta dikelola dengan baik maka bisa menyaingi Kota Tua Melaka," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X