Kompas.com - 23/06/2014, 17:29 WIB
EditorI Made Asdhiana
BANTUL, KOMPAS.com - Sebanyak 30 tim dari berbagai daerah ikut meramaikan Festival Layang-layang 2014 di kawasan Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (22/6/2014).

Ketua Panitia Festival Layang-layang 2014, Harjono di sela acara mengatakan, 30 klub atau tim layang-layang yang ikut festival terdiri dari 18 klub dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan 12 klub dari Jawa Tengah.

"Yang Jateng ada yang dari Kroya, Cilacap, Kebumen, Magelang, Muntilan dan Solo (Surakarta), sedangkan yang DIY ada dari Demangan, Gedongkiwo, Kulonprogo dan masih banyak lagi," katanya.

Menurut Harjono, jumlah layang-layang yang dilombakan adalah 23 untuk kategori tradisional, 19 buah layang-layang dua dimensi, 15 layang-layang tiga dimensi dan 21 untuk tren naga.

Harjono menjelaskan, festival layang-layang merupakan agenda tahunan dan penyelenggaraan kali ini terasa lebih ramai dengan datangnya seorang pemain layang-layang dari Johor Malaysia, namun tidak dilombakan dalam festival itu.

Ia mengatakan, dalam hiburan itu, panitia juga menerbangkan layang-layang berbentuk kantong yang berisi permen, sehingga begitu sampai di atas, kantong yang berisi permen secara otomatis akan pecah sehingga permen akan berjatuhan.

"Selain permen juga akan ada hadiah-hadiah, hanya anak-anak yang boleh mengambil," katanya.

Sementara itu, Koordinator Juri Festival Layang-Layang 2014, Aji Marutahara, mengatakan, terdapat dua kriteria penilaian layang-layang yang dilombakan kali ini di antaranya kerapian dalam membentuk rangka layang-layang.

Namun, lanjut Aji, bila layang-layang terbuat dari kertas, maka kerapian dalam memotong dan merekatkan juga akan dinilai. Selain itu keharmonisan pewarnaan dan gambar akan menjadi salah satu pertimbangan juri. "Kalau terbuat dari kain parasit cara menjahit dan mengelem, bentuk dan unsur tradisional juga akan dinilai," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul, Bambang Legowo mengatakan, pemerintah menyambut baik festival ini, karena diharapkan dapat mengenalkan obyek wisata Bantul kepada wisatawan. "Festival ini sekaligus sebagai sebagai bentuk apresiasi kami terhadap penggemar layang-layang di Yogyakarta dan sekitarnya," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary
Jelajah Wisata Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa yang Eksotis

Jelajah Wisata Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa yang Eksotis

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Hari Kereta Api Nasional

3 Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Hari Kereta Api Nasional

Jalan Jalan
Pantai Tanjung Gelam Karimunjawa, Indahnya Sunset Sempurna di Lautan

Pantai Tanjung Gelam Karimunjawa, Indahnya Sunset Sempurna di Lautan

Jalan Jalan
Bus Besar Sulit Akses Obyek Wisata, Tantangan di Kabupaten Semarang

Bus Besar Sulit Akses Obyek Wisata, Tantangan di Kabupaten Semarang

Travel Update
18 Tempat Wisata Malioboro dan Sekitarnya, Cukup Jalan Kaki

18 Tempat Wisata Malioboro dan Sekitarnya, Cukup Jalan Kaki

Jalan Jalan
Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Travel Update
6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

Jalan Jalan
Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Travel Update
Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.