Kompas.com - 25/06/2014, 13:17 WIB
Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/1/2013). KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATPantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/1/2013).
EditorI Made Asdhiana
BANTUL, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku kewalahan dalam mengupayakan kebersihan di kawasan obyek wisata, terutama pantai di wilayah itu.

"Untuk kebersihan obyek wisata terutama pantai kami masih kewalahan, harus kami akui bahwa kebersihan pantai masih kurang, dan itu disebabkan beberapa faktor," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo di Bantul, Selasa (24/6/2014).

Menurut Bambang, beberapa faktor tersebut, di antaranya karena pengaruh alam, yakni ketika terjadi hujan, kotoran atau sampah dari utara akan terbawa arus sungai ke muara hingga menyebabkan kawasan menjadi kotor.

"Kemudian faktor kami (dinas) sendiri, seperti sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang terbatas, sebenarnya tempat sampah maupun petugas kebersihan sudah ada namun belum ideal," katanya.

Pada 2014, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul telah menambah tenaga kebersihan obyek wisata sebanyak 12 orang, yang ditempatkan secara kontrak di sejumlah pantai, misalnya Pantai Samas, Pantai Gua Cemara, dan Pantai Parangtritis.

"Sampai saat ini Bantul memiliki sebanyak 51 petugas kebersihan di sepanjang pantai selatan sekitar 13 kilometer, selama ini mereka konsentrasi di Pantai Depok dan Parangtritis yang memang dominan pengunjungnya," katanya.

Menurut Bambang, upaya untuk menjaga kebersihan di kawasan pantai juga tidak terlepas dari rendahnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah atau sisa makanan dan minuman tidak pada tempat sampah yang disediakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/ANASTASIA JOICE Desa Tembi, salah satu desa wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
"Kurangnya kesadaran wisatawan untuk jaga kebersihan di obyek wisata juga menjadi faktor kenapa sejumlah pantai di Bantul kurang bersih, padahal paling tidak kalau wisatawan sadar, kawasan wisata itu lebih bersih," katanya.

Terkait dengan kebersihan obyek wisata nonpantai, selama ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul mengandalkan kelompok masyarakat yang terdampak langsung dengan keberadaan wisata itu, karena nantinya manfaatnya akan kembali ke masyarakat.

"Untuk beberapa obyek di darat misalnya desa wisata masih mengandalkan masyarakat kelompok sadar wisata (pokdarwis), dari dinas hanya memfasilitasi supaya ada bersih-bersih, karena kalau hanya pokdarwis saja tidak akan selesai," tambah Bambang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.