Rekreasi "Riverboarding" Bersama Atlet Cilik Citarum

Kompas.com - 28/06/2014, 16:03 WIB
Anak-anak melakukan riverboarding di Sungai Citarum. KOMPAS.com/Dhanang David AritonangAnak-anak melakukan riverboarding di Sungai Citarum.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KOMPAS.com - Di balik polusi dan pencemaran air yang terjadi di Sungai Citarum, siapa sangka Citarum memiliki sebuah potensi tersendiri bagi warga sekitar. Selain dimanfaatkan untuk rekreasi olahraga arus deras, aliran Sungai Citarum juga menghasilkan sejumlah atlet-atletcilik yang berprestasi khususnya di bidang olahraga arus deras.

Riverboarding merupakan salah satu cabang olahraga arus deras yang dikategorikan sebagai olahraga nomor dua berbahaya di dunia, setelah olahraga paralayang. Namun, siapa sangka olahraga yang biasanya dimainkan oleh orang dewasa ini, ternyata juga digemari oleh anak-anak.

Tidak heran jika di Sungai Citarum banyak anak-anak yang bermain di tengah derasnya arus. Keberanian dan keinginan yang mendasari mereka untuk bermain di arus deras ini. Menurut Rendi, seorang pemandu riverboarding, Citarum banyak melahirkan pedayung yang sudah dilatih sejak kecil.

“Mereka berlatih dengan prosedur yang sama dengan pelatihan orang dewasa, pedayung cilik juga diajarkan dengan hal yang sama dan alat yang sama pula,” tutur Rendi.

Begitu pula dengan Rendi. Ia sendiri adalah mantan pedayung cilik yang kini menjadi atlet riverboarding nasional dengan beberapa prestasinya. Ia pernah menjuarai kejuaraan daerah dalam olahraga arus deras.

Rendi selain menjadi pemandu riverboarding bagi wisatawan, juga menjadi pelatih para pedayung cilik di Citarum. Ada delapan anak yang mengikuti olah raga ini. Ketika ditanya lebih beresiko mana apakah anak-anak atau dewasa, ia mengatakan lebih beresiko orang dewasa. Sebab, anak-anak lebih mudah untuk diberitahu daripada orang dewasa. Terkadang orang dewasa bersikap seakan mereka lebih memahami dan acuh dengan pelatihnya.

KOMPAS.com/Dhanang David Aritonang Anak-anak bersiap-siap riverboarding di Sungai Citarum.

Ramdan, bocah berusia 5 tahun yang duduk di bangku Sekolah Dasar, merupakan salah satu atlet riverboarding di Citarum. Bermodalkan jeriken, Ramdan dan teman-teman bermain di tengah derasnya arus sungai.

Setiap harinya, sepulang sekolah mereka biasa berenang di sungai ini. Selain menggunakan jeriken, Ramdan dan teman-temannya juga sering meminjam papan riverboarding dengan salah satu komunitas arung jeram yang menjadi pendukung dari hobi Ramdan tersebut.

Di usianya yang masih terbilang belia itu, Ramdan sudah memenangkan Kejuaraan Tingkat Nasional Riverboarding pada tahun 2011 dan pendapatkan peringkat ketiga. Ramdan mengaku pertama kali mengarung ia merasakan ketakutan yang cukup besar. Namun karena sering berlatih terus menerus, akhirnya Ramdan merasa berani.

“Kami ingin menjadi atlet yang hebat yang bisa keliling dunia,” tutur Ramdan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X