Segar Sedap dari Gorontalo

Kompas.com - 01/07/2014, 09:15 WIB
Masakan Gorontalo di acara Food Revolution Day, di Cook Shop, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (18/5/2014). KOMPAS/LASTI KURNIAMasakan Gorontalo di acara Food Revolution Day, di Cook Shop, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (18/5/2014).
EditorI Made Asdhiana
MASAKAN Gorontalo mungkin tergolong tidak kompleks dalam hal penggunaan rempah dan cara pengolahannya. Meski begitu, rupanya kesederhanaan bumbu justru menjadi kekuatannya. Sederhana, tapi segar dan sedap.

Kepedulian pada masakan Nusantara terus bertumbuh ditandai dengan kemunculan sejumlah lembaga dan komunitas pegiat kuliner Indonesia di sejumlah kota seperti di Jakarta. Salah satunya adalah Yayasan Omar Niode, yang beberapa waktu lalu menggelar Food Revolution Day-Local Culinary Delicacy dengan tema kuliner Gorontalo.

Food Revolution Day merupakan kampanye yang dipelopori oleh Jamie Oliver Foundation yang didirikan oleh chef selebritas kondang asal Inggris, Jamie Oliver. Kampanye yang digagas Jamie itu berupaya menekankan pentingnya memelihara tradisi memasak makanan lokal dengan baik sejak dari awal. Tak hanya itu, salah satu misinya juga membiasakan anak-anak sejak dini untuk terbiasa memasak yang pada akhirnya berkontribusi positif pada gaya hidup sehat.

Hingga tahun 2013, kegiatan Food Revolution Day telah digelar di 660 kota di 74 negara di dunia. Semangat mencintai masakan lokal, di tengah gencarnya homogenisasi selera melalui korporasi masakan siap saji, memang tengah bergema di sejumlah negara. Bagaimanapun, memelihara masakan lokal berarti memelihara pula tradisi budaya masyarakat yang majemuk di muka bumi.

Di Jakarta, pergelaran Food Revolution Day diisi dengan pengenalan masakan Gorontalo dari Pulau Sulawesi. Gorontalo merupakan provinsi ke-32 di Indonesia, yang 13 tahun lalu masih bergabung dengan Provinsi Sulawesi Utara. Provinsi yang diapit dua perairan—Teluk Tomini dan Laut Sulawesi—ini tentunya akrab dengan ragam masakan yang berbasis laut.

KOMPAS/LASTI KURNIA Binthe Biluhuta
Beberapa masakan Gorontalo yang akan diperkenalkan dan dinikmati bersama di Minggu siang itu mulai dari binthe biluhuta, sate belanga, ayam panggang iloni, bilenthango, ihutilinanga, nasi kuning, sampai pencuci mulut tobu’u. Semua masakan siang itu dimasak oleh seorang kontributor Biko Mointi, perempuan asal Gorontalo yang tinggal di Jakarta.

Sebagai pembukaan, seluruh undangan diperlihatkan cara membuat binthe biluhuta alias jagung siram, salah satu masakan yang cukup tersohor di Gorontalo. Bahan-bahannya sederhana saja, yakni bahan inti berupa jagung yang dipipil. Jagung memang salah satu hasil bumi unggulan di Gorontalo. Tanaman yang tumbuh subur di tanah Gorontalo itu sejatinya juga merupakan makanan pokok penduduk Gorontalo selain nasi.

Biko kemudian menerangkan bahan-bahan lain selain jagung pipil, yakni kelapa muda parut kasar, udang, cabai merah, bawang merah, daun bawang, kemangi, bawang goreng, garam, tomat, dan jeruk nipis.

Setelah menjerang air di panci, Biko kemudian memasukkan jagung pipil, kelapa parut, cabai dan bawang merah yang telah dihaluskan, udang, garam, potongan tomat, dan kemudian daun kemangi yang cukup banyak. Setelah udang matang, jadi sudah masakan yang disebut binthe biluhuta ini.

Menurut Biko, binthe biluhuta bisa diperlakukan sebagai makanan pembuka seperti sup, tetapi bisa juga sebagai makanan utama karena mengandung pipilan jagung yang banyak sebagai sumber karbohidrat. Aroma harum dari daun kemangi menyeruak kuat dari sajian ini. Parutan kelapa muda menyumbangkan rasa gurih di sela-sela gigitan udang. Sebelum dinikmati, kita bisa menaburinya dengan bawang goreng dan perasan jeruk nipis. Sungguh segar dan sedap.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X