Kompas.com - 01/07/2014, 11:29 WIB
Dalam foto yang diambil pada 23 Mei 2010 ini, seorang sherpa asal Nepal sedang membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki Gunung Everest di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Mulai April mendatang, pemerintah Nepal mengharuskan tiap pendaki membawa turun setidaknya delapan kilogram sampah dari puncak gunung itu. NAMGYAL SHERPA / AFPDalam foto yang diambil pada 23 Mei 2010 ini, seorang sherpa asal Nepal sedang membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki Gunung Everest di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Mulai April mendatang, pemerintah Nepal mengharuskan tiap pendaki membawa turun setidaknya delapan kilogram sampah dari puncak gunung itu.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Tak perlu heran di beberapa gunung di Indonesia kerap ditemukan timbunan sampah. Ini menjadi salah satu masalah yang muncul dari meningkatnya minat hobi berkegiatan di alam bebas, terutama mendaki gunung.

Jika Anda mulai menyukai kegiatan ini, mungkin Anda sering menghadapi masalah sampah yang timbul dari barang bawaan Anda. Beberapa sampah yang kerap dijumpai di gunung adalah bungkus dari makanan kemasan, kaleng gas bekas, hingga sisa makanan yang tidak habis kemudian ditinggalkan hingga membusuk begitu saja.

Sungguh ironis, di satu sisi, pendaki tengah menikmati keindahan yang telah alam berikan. Namun dia juga yang merusak keindahan alam tersebut secara tidak bertanggung jawab. Tidak ingin menjadi pendaki tak bertanggung jawab? Berikut merupakan beberapa tips untuk mengurangi sampah dari barang bawaan Anda.

Kurangi membawa makanan kemasan. Kurangi mengonsumsi makanan kemasan yang berpotensi menimbulkan sampah. Sampah-sampah yang berada di gunung biasanya berasal dari makanan kemasan yang dibawa pendaki.

Untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, sebaiknya Anda membawa makanan kemasan secukupnya. Anda juga bisa membeli makanan kemasan yang ukurannya jumbo agar bungkus makanan yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

Sediakan trash bag atau kantong sampah untuk wadah sampah. Anda pasti malas untuk memasukan sampah-sampah bawaan ke dalam tas. Untuk mengatasinya, bawalah kantong sampah yang ukurannya besar. Sehingga sampah tidak akan tercampur dengan barang bawaan Anda lainnya yang ada di dalam tas.

Pisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Memisahkan sampah organik dan nonorganik akan sedikit meringankan beban sampah yang harus diangkut. Anda tidak perlu memasukan sampah organik ke dalam kantong sampah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampah organik dapat dikubur di dalam tanah agar pembusukannya terjadi di dalam tanah. Tetapi sebelumnya pastikan tidak ada sampah nonorganik seperti plastik tercampur dengan sampah organik. Ingat,  jangan membuang sampah organik tersebut di sungai atau mata air.

Bawa kembali sampah yang dihasilkan. Sampah-sampah dari sisa bungkus makanan, kaleng gas bekas, batu baterai yang sudah habis, harus dibawa turun kembali setelah mendaki.

Kondisi fisik yang sudah lelah ketika mendaki, menjadi salah satu faktor yang membuat beberapa pendaki malas membawa turun kembali sampah tersebut. Agar tidak terlalu lelah, Anda bisa memikul kantong sampah secara bergantian dengan rekan Anda, jika Anda melakukan perjalanan dengan rombongan.

Ketika melakukan pendakian, ada sebuah istilah yang sering dikenal sebagai zero waste, yang berarti pendaki tidak boleh meninggalkan apapun di gunung. Jika kita bisa bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan, tentu saja kita juga sudah bertanggung jawab atas kelestarian alam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Jalan Jalan
7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

Jalan Jalan
Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Travel Update
Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Travel Promo
5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X