Kompas.com - 02/07/2014, 08:32 WIB
Esly S Lambung, pemilik industri rumah tangga kerajinan anyaman Galilea, menunjukkan sejumlah kerajinan rotan, antara lain tas, topi, tikar, dan tas laptop, di rumahnya di Jalan Sultan Badarudin, Palangkaraya, Kalteng, Minggu (22/6/2014). Setiap bulan rata-rata dia dapat memproduksi 500 unit kerajinan anyaman rotan dan dibantu 20-25 pekerja. Tas dijual seharga Rp 100.000-Rp 500.000 per unit. Pemasukannya setiap bulan mencapai Rp 5 juta, bahkan jika ada banyak pesanan bisa lebih dari Rp 100 juta. KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONEsly S Lambung, pemilik industri rumah tangga kerajinan anyaman Galilea, menunjukkan sejumlah kerajinan rotan, antara lain tas, topi, tikar, dan tas laptop, di rumahnya di Jalan Sultan Badarudin, Palangkaraya, Kalteng, Minggu (22/6/2014). Setiap bulan rata-rata dia dapat memproduksi 500 unit kerajinan anyaman rotan dan dibantu 20-25 pekerja. Tas dijual seharga Rp 100.000-Rp 500.000 per unit. Pemasukannya setiap bulan mencapai Rp 5 juta, bahkan jika ada banyak pesanan bisa lebih dari Rp 100 juta.
EditorI Made Asdhiana
KOTA Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, memiliki kerajinan khas anyaman rotan. Menganyam rotan bagi perajin dalam industri rumah tangga bagaikan menganyam kehidupan. Bahan baku rotan yang diperoleh dari sejumlah kabupaten di Kalteng itu berpindah-pindah tangan sebelum akhirnya menjadi aneka bentuk kerajinan, seperti tas, tikar, topi, kotak tisu, dan sandal.

Kota berpenduduk 229.599 orang tahun 2012 itu terdiri atas lima kecamatan, yaitu Pahandut, Sabangau, Jekan Raya, Bukit Batu, dan Rakumpit, dengan luas wilayah 2.678,51 kilometer persegi. Sesuai data Direktori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palangkaraya, tahun 2013 terdapat 12 industri rumah tangga penghasil anyaman rotan.

Industri rumah tangga itu menyerap ratusan pekerja, dengan kapasitas produksi mencapai 9.750 buah kerajinan setiap tahun. Nilai produksinya mencapai Rp 330,4 juta per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp 54,2 juta per tahun.

Untuk mengolah menjadi anyaman, rotan yang diambil dari kebun atau hutan dipotong-potong dengan ukuran sekitar 1,5 meter. Lalu, perajin mulai meruntih atau membersihkan runtih (serbuk rotan) dan ruasnya. Setelah dijemur, batang rotan dipotong menjadi bilahan atau dalam bahasa setempat disebut dijangat berukuran sekitar 0,5 sentimeter (cm). Selanjutnya, bilahan itu diraut menggunakan pisau kecil agar rotan lentur dan tipis.

Hidupi keluarga

Menganyam rotan perlu waktu 2-3 hari, tergantung bentuk dan kerumitannya. Setelah dianyam, rotan diwarnai, didesain, dilem, dan dijahit. Pada proses ini, anyaman rotan berpindah tangan sesuai keahlian perajin. Menurut Sri Ngawang (68), pemilik industri kerajinan rotan Pahias, anyaman rotan bisa awet hingga lebih dari 10 tahun asalkan tidak terkena air dan dalam memprosesnya tak menggunakan varnish. Dompet, tas, dan tempat tisu dari anyaman rotan dijual Rp 25.000-Rp 500.000 per buah.

Sejumlah perajin mengaku, omzet setiap bulan yang didapat dari kerajinan anyaman rotan itu berkisar Rp 5 juta hingga Rp 25 juta. Setiap perajin dibantu oleh 3-25 pekerja, yang merupakan tetangga sekitar atau saudara dan kerabat.

Ramintje, misalnya, pemilik industri rumah tangga Pahari, dibantu 25 pekerja, yang adalah kerabatnya. Dia dapat memenuhi pemesanan tas atau ikat kepala khas Dayak sebanyak 400 buah setiap bulan. Setiap karyawan yang membantunya mendapatkan upah Rp 200.000 dari dua tas yang dihasilkan.

Esly S Lambung, pemilik kerajinan anyaman Galilea, menambahkan, ”Pemasukan sebulan mencapai Rp 5 juta. Bahkan, jika ada banyak pesanan, bisa lebih dari Rp 100 juta,” kata Esly yang dibantu 20 pekerja. Setiap pekerja di tempat usaha milik Esly setiap bulan memperoleh penghasilan hingga Rp 1,5 juta.

Dari usaha itu, perajin bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Esly yang memulai usaha tahun 2000 mampu menyekolahkan delapan anaknya hingga perguruan tinggi. Usaha itu juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan kerabat sekitarnya, yang umumnya ibu rumah tangga.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X