Kompas.com - 04/07/2014, 12:17 WIB
Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan dapat mengusulkan tarian Bali untuk bisa mendapat pengakuan dari UNESCO.

"Dalam pengusulan untuk mendapat pengakuan dunia internasional itu setiap negara hanya diizinkan mengusulkan satu tarian," kata Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kerja Sama Internasional Prof Dr I Wayan Rai di Denpasar, Kamis (3/7/2014).

Wayan Rai mengatakan hal itu ketika mewakili Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti pada sarasehan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36.

Di Bali terdapat gerak ribuan tari, sehingga masih harus bekerja keras untuk mementukan salah satu di antara ribuan tari itu untuk diusulkan guna mendapat pengakuan dari dunia internasional. (silakan baca: Menginap di Kuta, Gratis Belajar Tari Bali).

Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu menambahkan, pihaknya masih bekerja keras agar tari Bali bisa masuk, mengingat Indonesia memiliki keragaman seni dan budaya.

"Presiden SBY memberikan perhatian yang serius terhadap pembinaan dan pengembangan seni dan budaya di Pulau Dewata, bahkan untuk urusan seni dan Budaya Bali paling terdepan," ujar Wayan Rai.

Bahkan gamelan Bali dan Jawa luar negeri khususnya di Amerika Serikat semakin berkembang, berkat kedua seni musik tradisional asal Indonesia menjadi mata pelajaran utama di universitas, institut dan lembaga kesenian lainnya.

"Selain AS, seni musik tradisional Bali dan Jawa juga berkembang di 26 negara lainnya termasuk Jepang," ujar Rai yang mengaku sedang mengumpulkan data tentang penyebaran kesenian Indonesia di luar negeri. (silakan baca: Presiden: Jaga Kesenian).

Di AS kini diperkirakan ada sekitar 200 set gamelan yang aktif digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar serta pementasan. Selain gamelan Bali dan Jawa, musik daerah lainnya dari Indonesia juga dipelajari secara intensif di Amerika.

"Oleh sebab itu pengakuan UNESCO terhadap tarian Bali maupun tarian daerah lainnya di Indonesia akan mampu meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional," tambah Prof Wayan Rai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.