Kompas.com - 05/07/2014, 12:08 WIB
Peserta memperagakan rancangannya pada puncak Jember Fashion Carnaval Ke-12 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (25/8/2013). KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAPeserta memperagakan rancangannya pada puncak Jember Fashion Carnaval Ke-12 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (25/8/2013).
EditorI Made Asdhiana
MESKIPUN termasuk sebagai daerah agraris, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berupaya menjelma sebagai daerah perdagangan dan industri berbasis sektor pertanian dan perkebunan. Untuk itu, pemerintah daerah mendorong masuknya berbagai investasi agar daerah itu terus berkembang.

Struktur ekonomi di Jember selama ini masih didominasi tiga sektor utama, yakni pertanian (35,49 persen); perdagangan, hotel, dan restoran (26,60 persen); serta industri (11,06 persen). Ketiga sektor ini memberikan kontribusi 73,15 persen.

Sektor yang mengalami percepatan pertumbuhan tertinggi adalah perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 11,68 persen. Pertumbuhan terendah dialami pertanian, hanya 4,51 persen.

Mengejar harapan itu diperlukan jiwa kewirausahaan yang tinggi, tangguh, dan kreatif. ”Untuk menggapai cita-cita itu, pengusaha muda harus tumbuh dan berkembang melalui kreativitas yang tinggi,” kata Rendra Wirawan, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Jember.

Menumbuhkan ekonomi kreatif harus belajar dari alam dan kekayaan di daerah. Kabupaten Jember yang dibentuk Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1927 memang tidak memiliki akar budaya khusus yang kuat, kecuali tradisi dan budaya pesantren.

Jember Fashion Carnaval

Jember dikenal sebagai daerah pendalungan, artinya hampir semua tradisi atau budaya yang ada dipunyai juga oleh daerah lain. Asal-usul warga Jember sebagian besar dari migrasi daerah tapal kuda (tapal kuda daerah yang memiliki tradisi dan budaya Madura) dan Mataraman (daerah yang memiliki kultur Jawa).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budayawan dari Universitas Jember, Prof Ayu Sutarto, menyebutnya sebagai masyarakat pendalungan, tidak memiliki akar kesenian, budaya, dan tradisi yang kuat. Hampir sebagian besar warganya datang dari daerah asal masyarakat migrasi itu.

Hery Yuswadi dalam buku Pemetaan Kebudayaan di Propinsi Jawa Timur mengungkapkan, pendalungan adalah gambaran wilayah yang menampung beragam kelompok etnik dengan latar belakang budaya berbeda, yang kemudian melahirkan proses hibridisasi budaya. Jember Fashion Carnaval (JFC) lahir dari hasil hibridisasi budaya yang sangat kreatif oleh putra daerah, Dynand Fariz.

Setiap tahun sekumpulan anak muda yang berjumlah hampir 1.200 orang berparade di jalan sepanjang 3,6 kilometer, yang dijadikan tempat untuk memamerkan busana hasil rancangannya. Setiap tahun tema yang diangkat selalu berbeda, menyesuaikan dengan isu global yang terjadi tahun itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X