Kompas.com - 07/07/2014, 15:29 WIB
Sugito (41), juru pelestari, membersihkan situs megalitikum Sokoliman di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Selasa (17/6/2014). Situs yang menempati lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut menjadi tempat penampungan berbagai benda peninggalan manusia pada zaman megalitikum, seperti kubur batu dan menhir. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSugito (41), juru pelestari, membersihkan situs megalitikum Sokoliman di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Selasa (17/6/2014). Situs yang menempati lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut menjadi tempat penampungan berbagai benda peninggalan manusia pada zaman megalitikum, seperti kubur batu dan menhir.
EditorI Made Asdhiana
Oleh: Thomas Pudjo Widijanto  

BAGI masyarakat awam, Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, hanyalah perdusunan biasa. Namun, setelah mendengar latar belakang sejarahnya, terungkap jelas kalau dusun itu adalah mata rantai dari sejarah peradaban manusia, khususnya pada masa-masa kehidupan prasejarah.

Dusun Sokoliman II dan sekitarnya memang dikenal sebagai ”gudang penyimpanan” berbagai jenis peninggalan zaman megalitikum. Di wilayah itu, kita bisa menemukan ratusan menhir atau tiang batu serta sejumlah kubur batu yang diyakini ada minimal 2.000 tahun sebelum Masehi. Peninggalan bersejarah itu bisa ditemukan di lahan-lahan pertanian atau pekarangan rumah warga.

Sejak masa kanak-kanak, Sugito (41) sudah tak asing dengan batu-batu besar peninggalan zaman megalitikum atau peradaban neolitik yang tersebar di ladang pertanian milik keluarganya. Kala itu, dia kerap diajak ayahnya berkeliling ladang untuk menemani para akademisi yang meneliti batu-batu tersebut.

”Secara tak langsung, sejak kecil saya sudah dididik bahwa batu-batu itu merupakan peninggalan bersejarah,” kata warga Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu, Selasa (17/6/2014).

Bahkan, sebagaimana diungkapkan Wartoyuwono (62), selain memiliki peninggalan berupa batu menhir dan kubur batu, Sokoliman juga masih memiliki lima sumur peninggalan zaman megalitikum yang hingga saat ini masih memiliki simpanan air. Sumur tersebut oleh warga setempat dinamai Sumur Kecil, Besar, Kajar, Kembangarum, dan Krambilsawit. Keselamatan sumur dari kerusakan karena warga setempat menganggap sumur itu keramat. Mereka tak berani sembarangan terhadap sumur tua tersebut.

Sugito mengatakan, sejak 1978, pemerintah mulai meneliti peninggalan batu-batu besar itu. Karena jumlahnya banyak, pemerintah mulai berpikir untuk mengumpulkan peninggalan bersejarah di satu tempat guna memudahkan pelestarian dan penelitian. Itulah kenapa pada 1988 pemerintah mulai membebaskan lahan seluas 2.000 meter persegi di Dusun Sokoliman II guna menampung ratusan menhir dan beberapa kubur batu. ”Lalu, mulai 1992, dimulailah pengumpulan menhir dari sejumlah wilayah dusun ini dan sekitarnya ke sebuah tanah
lapang,” kata Sugito.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanah lapang seluas 2.000 meter persegi itu kini menjadi area cagar budaya Situs Megalitikum Sokoliman yang dikelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta. Areal situs itu dipagari dengan kawat di sekelilingnya. Sejak tahun 2000, Sugito menjadi juru pelihara Situs Megalitikum Sokoliman menggantikan ayahnya, Mento Prawiro, yang telah meninggal.

Selain Sugito, yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, ada seorang tenaga honorer yang bertugas membersihkan situs tersebut. Berbeda dengan beberapa tahun silam, kondisi situs saat ini tergolong bersih dan tertata.

Terus bertambah

Halaman:


Sumber hhhhhhhhhh
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.